Cegah Kemiskinan Dengan Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Selasa, 05 September 2017 – 22:10 WIB
BPJS Kesehatan. Foto: Radar Tarakan/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Banyak manfaat yang diperoleh masyarakat ketika menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Di antaranya memiliki proteksi finansial, lantaran penyakit tidak bisa diprediksi kapan hadir dan seberapa lama seseorang bisa terbebas dari penyakit.

BACA JUGA: Sebanyak 80 Juta Penduduk Belum Jadi Peserta BPJS Kesehatan

"Sakit ini sesuatu yang tidak tentu, kapan saja seseorang bisa jatuh sakit dan biayanya mahal," ujar Fahmi di Gedung Kemendagri, Jakarta, Selasa (5/9).

Menurut Fahmi, iuran yang dikeluarkan peserta BPJS Kesehatan juga sangat kecil. Hanya Rp 1000/hari, atau untuk kelas 1 tak sampai Rp 3000/hari. Jumlah tersebut tentu tidak akan memberatkan dan hasilnya sangat positif.

BACA JUGA: APBD Dipastikan Bisa Biayai Tenaga Outsourcing

"Dengan iuran yang sangat kecil setiap orang di negara ini punya jaminan kalau sakit. Ini penting untuk mencegah kemiskinan. Karena banyak juga orang sakit tiba-tiba jatuh miskin, jual tanah, jual rumah," katanya.

Selain itu, menjadi peserta BPJS Kesehatan kata Fahmi, juga membawa pahala. Karena setiap hari membantu orang yang sedang sakit. Hal tersebut dimungkinkan karena model yang diterapkan gotong royong menyerupai subsidi silang. Masyarakat yang mampu membantu masyarakat yang membutuhkan, namun tidak memberatkan.

BACA JUGA: Jatah Penerima BPJS Gratis Ditambah Lagi

"Perubahan pola pikir itu membutuhkan waktu. Dalam undang-undang memang frasa seluruh penduduk wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan, tapi kami ingin pendekatannya lebih edukatif, sebelum pendekatan yang bersifat regulatif," pungkas Fahmi.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... RSUD Batam Sebut BPJS Punya Utang Rp 20 Miliar, Irfan: Angka Darimana Itu?


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler