Cegah Klub Jorjoran, Kontrak Marquee Player Dibatasi

Jumat, 24 Maret 2017 – 12:12 WIB
PSSI. Foto: ilustrasi dokumen JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Regulasi PSSI terkait marquee player ternyata tak didukung semua klub yang bermain di Liga 1 2017. Alasannya cukup mendasar, tak semua klub memiliki finansial berlebih seperti Persib Bandung dan Madura United.

Bagi klub di luar Persib dan Madura United diyakini tak sanggup apabila mendatangkan pemain kelas dunia seperti Michael Essien dan Peter Odemwingie. Aturan itupun dinilai hanya menguntungkan klub yang memiliki anggaran dana berlebih di Liga 1 nanti.

BACA JUGA: PSSI Evaluasi Konsep Marquee Player

Memang, dengan memiliki marquee player, setiap klub akhirnya memiliki empat pemain asing. Itu dengan hitungan satu pemain marquee player dan tiga pemain asing dengan regulasi 2 + 1 (dua pemain asing non Asia dan satu Asia).

Sebagian klub lain juga mengkhawatirkan dengan adanya marquee player, klub-klub yang memaksakan merekrut pemain bintang demi mendapatkan empat pemain asing, bisa terkendala finansial. Dengan harga mencapai miliaran rupiah, bisa saja anggaran klub untuk mengontrak pemain melonjak tiga kali lipat.

BACA JUGA: Arema Belum Butuh Marquee Player

Efeknya, kalau pemasukan lebih kecil dari pengeluaran, klub akan limbung. Akhirnya, gaji pemain tak terbayarkan.

Menanggapi hal ini, Direktur Media PSSI Hanif Thamrin mengakui bakal ada pembahasan resmi terkait adanya pembatasan terhadap klub yang akan menggunakan marquee player, sehingga klub tak sekadar jorjoran, tapi juga bisa mengangkat kompetisi.

"Nanti tanggal 29 Maret soal Liga 1 dan aturannya akan dibahas lebih matang," ungkapnya.

BACA JUGA: Suporter Persib: Marquee Player Untungkan Indonesia

Meski tak bisa diubah soal batasan jumlah pemain, PSSI ternyata menurut Wakil Ketua Umum Joko Driyono memiliki harapan tersendiri dengan marquee player. Di mana, pemain tersebut bukan hanya menjadi daya tarik kompetisi terhadap market, tapi bisa meningkatkan Liga 1 2017 juga nantinya.

"Karena itu nanti akan ada salary cap atau pembatasan bayaran. Agar klub tidak jor-joran tapi tak memberikan dampak apa-apa," paparnya. (dkk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Penggawa Sriwijaya FC Diminta Tak Minder


Redaktur & Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler