Cegah Korban Covid-19 Bertambah, Pusat Isolasi Mandiri Dibangun di 7 Pesantren NU Ini

Jumat, 24 September 2021 – 23:44 WIB
Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. Foto: Humas MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah menyampaikan pembangunan pusat isolasi mandiri di 7 pesantren NU adalah wujud kehadiran pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin untuk umat.

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan NU Care-Lazisnu membangun ruang-ruang isolasi mandiri di 7 pesantren di Jakarta dan luar Jakarta.

BACA JUGA: Menag Usulkan Dana Umat untuk Biayai Rumah Sakit, Setuju?

Ke-7 pondok pesantren itu, yaitu Pesantren Luhur Al Tsaqafah di Jakarta Selatan, Pondok Pesantren Fauzan Garut dan Pondok Pesantren Khas Kempek Cirebon di Jawa Barat, Pondok Pesantren Al Ihya Ulumuddin Cilacap dan Pondok Pesantren Maslakul Huda Pati di Jawa Tengah.

Selanjutnya di Jawa Timur, yakni Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Malang dan Pondok Pesantren Fathul Ulum Kewagean Kediri Jawa Timur.

BACA JUGA: MPR: Pergunakan Dana Haji untuk Kemaslahatan Umat Islam

"Pembangunan ruang isolasi mandiri ini jelas merupakan wujud nyata dari gotong royong yang menjadi saripati nilai-nilai Pancasila. Ini bukti pemerintah hadir untuk umat sebab sesuai undang-undang perhajian, keuntungan dari dana haji benar-benar digunakan untuk kemaslahatan umat Islam, bukan untuk yang lain," kata Ahmad Basarah.

Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama (PP LAZISNU) PBNU itu mengatakan program gotong-royong keumatan dilakukan sesuai amanat UU Pengelolaan Keuangan Haji.

BACA JUGA: Polisi Selidiki Dugaan Pengiriman Dana Umat ke Turki

Basarah menjelaskan, pasal 1 ayat 2 UU tersebut disebutkan dana haji adalah dana setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji, dana efisiensi penyelenggaraan haji, dana abadi umat, serta nilai manfaat yang dikuasai oleh negara untuk penyelenggaraan ibadah haji dan pelaksanaan program kegiatan untuk kemaslahatan umat Islam.

Pembangunan pusat isolasi mandiri itu ikhtiar mencegah korban Covid-19 bertambah.

Data Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) hingga akhir Agustus 2021, ada 723 kiai di Indonesia meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19.

"Itu berarti terjadi peningkatan 200 persen. Oleh karena itu kerjasama dan gotong royong ini sangat bermanfaat untuk ikhtiar mencegah korban Covid 19 yang lainnya," ujarnya.

Pembangunan pusat isolasi mandiri Covid-19 di 7 pesantren itu disambut baik para kiai pesantren yang hadir secara virtual dalam acara peresmian.

Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Pati KH Abdul Ghofarrozin mengatakan awalnya menolak, tetapi berubah pikiran saat menilai sisi baik dari bantuan ini.

"Jika saya terima bantuan, itu berarti saya membenarkan bahwa santri-santri saya akan kena Covid-19. Tapi, setelah saya pelajari, bantuan ruang isolasi Covid-19 ini harus diterima sebab Islam mengajarkan kita harus siap-siap sebelum musibah datang," kata KH Abdul Ghofarrozin.

Anggota Bidang Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan BPKH Rahmat Hidayat mengungkapkan mengelola dana umat adalah amanat yang berat.

"Tiga hal penting mengelola keuangan haji harus terus kami pegang, yakni kualitas penyelenggaraan ibadah haji, rasionalitas dan efisiensi penggunaan biaya penyelenggaraan ibadah haji, dan manfaat bagi kemaslahatan umat Islam," jelas Rahmat Hidayat yang hadir secara virtual. (mrk/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... MUI: Bachtiar Nasir Harus Jelaskan Penggunaan Dana Umat


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Tim Redaksi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler