Cegah Penyelundupan Narkoba, Alutsista dan IT Harus Sigap

Senin, 26 Februari 2018 – 23:29 WIB
Kapal yang digunakan pelaku untuk menyeludupkan narkoba jenis sabu-sabu ke Batam, Kepri. Foto: batampos/jpg

jpnn.com - Gencarnya aparat menggagalkan penyeludupan narkoba di perairan Indonesia menuai apresiasi.

Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, keberhasilan ini hendaknya menjadi momentum untuk memperbaiki alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta alat komunikasi (alkom) instansi terkait.

BACA JUGA: Jangan Sampai Indonesia jadi Surga Narkoba

“Hal ini agar memperoleh hasil maksimal, sehingga Indonesia terbebas dari penyeludupan narkoba,” kata Sahroni di gedung parlemen, Jakarta, Senin (26/2).

Dia mengatakan peningkatan alutsista jangan hanya mengedepankan kebehabatan atau kewenangan salah satu instansi saja.

BACA JUGA: Polda Metro Bongkar Penyelundupan Sabu-sabu dalam Forklif

Selain Polri, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan, alutsista TNI Angkatan Laut (AL) sebagai penjaga kedaulatan di Indonesia khususnya di jalur perairan juga harus ditingkatkan.

Termasuk semua alkom di semua instansi harus lebih canggih dari milik para penyelundup narkoba.

BACA JUGA: Polda Bekuk Pengendali Penyeludupan Ganja di Keranjang Jeruk

Karena itu, Sahroni menyatakan, modernisasi alutsista dan alkom mutlak dilakukan karena jumlah narkoba yang berhasil masuk ke Indonesia lebih besar dari yang tertangkap.

“Untuk menjadikan Indonesia bersih dari narkoba, persenjataan, alat komunikasi hingga IT kita tak boleh kalah canggih dari para penyelundup,” kata politikus Partai NasDem, ini.

Sahroni juga mengingatkan bahwa pemberantasan narkoba tidak boleh dilakukan secara parsial atau hanya mengedepankan ego sektoral masing-masing institusi.

“Karena itu sinergitas harus dijaga, jangan masing-masing merasa hebat dan ingin mengedepankan citra kinerjanya lebih dulu,” ujar Sahroni.

Dia juga menyoroti maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan artis. Bahkan, ada oknum yang diduga menjadi pengedar.

Sahroni mendukung BNN melakukan kerja sama dengan perhimpunan atau perkumpulan artis untuk melakukan tes urine.

“Rentetan tangkapan artis yang mengkonsumsi narkoba di awal tahun ini menggambarkan rentannya profesi ini terhadap narkoba,” tegas Sahroni.

Sementara itu, Ketua DPD Gerakan Anti Narkotika (Granat) Jawa Timur Arie Soeripan Tyawatie menilai BNN harus melakukan tes urine kepada semua artis untuk memastikan mereka yang menggeluti profesi ini tak terjerat narkoba. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Cuma Diupah Sebegini, Pria Ini Nekat Masukkan Sabu ke Anus


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler