Cegah Stunting, Bumil dan AUD Dapat PKH untuk Asupan Gizi  

Rabu, 22 Juli 2020 – 22:37 WIB
Penerima bansos PKH. Foto: Humas Kemensos

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya mencegah peningkatan angka stunting di tanah air.

Salah satu cara dengan mencukupi asupan gizi ibu hamil (bumil) dan anak usia dini (AUD) melalui bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH).

BACA JUGA: Mensos Minta Pendamping Aktif Mendorong KPM PKH Segera Mandiri

“Pada masa pandemi, daya beli masyarakat menurun. Untuk itu PKH dicairkan setiap bulan agar ibu-ibu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH tetap ada pemasukan. Uang bansos ini harus dimanfaatkan untuk membeli bahan pangan bergizi seperti telur, ikan, daging, sayur dan buah-buahan,” kata Mensos Juliari P. Batubara, di Jakarta, Rabu (22/7).

Berdasarkan data Direktorat Jaminan Sosial Keluarga (JSK) Kemensos, jumlah ibu hamil yang menerima PKH pada tahun 2020 ini adalah 60.908 orang, semnatara jumlah anak usia dini adalah 2,9 juta.

BACA JUGA: Ini Kewajiban KPM Agar Bisa Menerima Bantuan PKH Setiap Bulan

Jumlah bantuan untuk komponen ibu hamil dan AUD tahun ini masing-masing mendapatkan Rp3 juta ibu hamil/AUD per tahun, naik dibandingkan dengan tahun lalu yakni Rp2,4 juta per ibu hamil/AUD.

"Kenaikan anggaran ini merupakan wujud Negara Hadir di tengah rakyatnya untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan anak usia dini, meningkatkan asupan gizi mereka, sehingga anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan tidak stunting," kata Juliari.

BACA JUGA: Kemensos dan Tanoto Foundation Jalin Kerja Sama Menurunkan Angka Stunting

Urusan gizi, lanjut Mensos, tidak boleh dilupakan dalam kedaan apapun termasuk kondisi yang terjadi saat Covid-19. Apabila gizi anak terpenuhi maka anak-anak tumbuh sehat dan dapat berprestasi di sekolah dan tidak mudah terserang berbagai penyakit seperi covid-19.

"Gizi yang baik bagi ibu hamil dan anak usia dini juga akan mencegah stunting. Dengan gizi yang baik maka imun tubuh anak-anak akan semakin kuat,” tutur mantan ketua IMI dua periode ini.

Stunting adalah masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Anak yang menderita stunting akan lebih rentan terhadap penyakit dan ketika dewasa berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif. Dampak stunting tidak hanya pada segi kesehatan tetapi juga mempengaruhi tingkat kecerdasan anak.

Mensos mengatakan anak-anak merupakan generasi penerus bangsa di masa depan. Anak-anak yang sehat akan menjadi SDM Indonesia yang berkualitas dan mampu bersaing dengan bangsa lain dalam menghadapi tantangan global.

"Untuk mencegah stunting, Bapak Presiden Joko Widodo telah mencanangkan intervensi pencegahan stunting yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga. Kemensos terlibat dalam hal ini melalui dua program prioritas nasional yakni PKH dan Program Sembako dimana saaran kedua program ini adalah para ibu dan anak-anak," terang mantan anggota DPR asal Dapil Jawa Tengah ini.

Dengan adanya kerjasama lintas sektor ini, lanjut Menteri, pemerintah berharap dapat menekan angka stunting di Indonesia sehingga dapat tercapai target Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2025 yaitu penurunan angka stunting hingga 40 persen.(zil/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kemensos   stunting   Mensos   PKH  

Terpopuler