Cek Kesiapsiagaan Hadapi Bencana, Ini Dilakukan Mensos Risma di Tulungagung & Trenggalek

Sabtu, 25 Desember 2021 – 17:51 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengunjungi Tulungagung dan Trenggalek, Jawa Timur, untuk mengecek kesiapsiagaan daerah tersebut menghadapi bencana, Sabtu (25/12). Foto: Kemensos

jpnn.com, TRENGGALEK - Menteri Sosial Tri Rismaharini mengisi libur Natal dengan menjalankan tugas ke wilayah selatan Jawa Timur untuk mengecek kesiapsiagaan daerah tersebut menghadaoi bencana.

Rombongan bergerak pagi hari dari Surabaya, dan tiba di Desa Kebo Ireng, Kecamatan Campur Darat, Kabupaten Tulungagung pada siang hari.

BACA JUGA: Ini Pesan Risma kepada Pegawai Kemensos

Tiba di Kantor Desa Campur Darat, Mensos disambut Bupati Tulungagung Maryoto Birowo dan Wakil Bupati Gatot Sunu Wibowo.

Mensos langsung menuju gudang lumbung sosial di belakang kantor kelurahan untuk mengecek ketersediaan barang, dilanjutkan mengecek fasilitas pemurnian air bersih bantuan Kementerian Sosial.

BACA JUGA: Sidang Promosi Doktor Ditunda, Risma Ungkap Kekecewaan

Dari Kelurahan Kebo Ireng, Mensos melaju ke Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Risma menyaksikan kesiapan lumbung sosial yang berlokasi di kantor desa tersebut.

BACA JUGA: Kemensos Kucurkan Bantuan Atensi, Risma Ajak Semua Pihak Peduli

Dia meminta lokasi lumbung sosial dipindahkan karena terlalu jauh dari titik rawan bencana.

Mensos kemudian bergeser menuju lokasi wisata Pantai Karanggongso.

Kepada Bupati Trenggalek M Nur Arifin, dan personel Tagana, Mensos meminta kepada pemerintah daerah untuk mencari lokasi lumbung sosial yang paling tepat.

"Titik lumbung sosial terlalu jauh. Cari titik yang tinggi. Acuannya adalah data dari BMKG. Berapa ketinggian tsunami. Nah, lumbung sosial harus lebih tinggi dari itu, tapi jangan yang rawan longsor," kata Mensos Risma di dekat lokasi wisata Pantai Karanggongso, Sabtu (25/12).

Didampingi Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin, Mensos Risma, Bupati Trenggalek dan perwakilan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), mengarahkan lokasi paling tepat untuk lumbung sosial.

Mensos Risma menyatakan tujuan kunjungannya untuk mengecek kesiapan lumbung sosial di kawasan selatan Jawa.

Hal ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi megathrust dan tsunami.

Kemensos menyiapkan lumbung sosial untuk memastikan masyarakat terdampak bencana tercukupi kebutuhan hidupnya.

"Lumbung sosial sengaja ditempatkan di lokasi rawan bencana. Jadi kalau skenario terburuk, terjadi tsunami, maka warga yang melakukan evakuasi diri di tempat tinggi tetap tercukupi kebutuhannya," terang mantan Wali Kota Surabaya itu.

Di lumbung sosial disiapkan tidak hanya makanan.

Namun, ada genset, penjernih air, bahan bakar, tenda, selimut, tikar, selain tentu saja ada makanan siap saji dan makanan anak.

"Dengan dukungan kebutuhan tersebut, setidaknya dapat digunakan untuk dua hari," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, secara simbolis diserahkan bantuan untuk Kabupaten Tulungagung berupa bufferstock sebesar Rp 181.074.160, lumbung sosial Rp 138.608.114, dan dari hadiah tidak tertebak (HTT) sebesar Rp 18.426.485.

Total bantuan untuk Kabupaten Tulungagung sebesar Rp 338.108.759.

Untuk Kabupaten Trenggalek, berupa bufferstock Rp 181.074.160, lumbung sosial Rp 161.880.000, dan Barang HTT Rp 18.426.482. Total bantuan untuk Kabupaten Trenggalek sebesar Rp 361.380.642.

Penyiapan lumbung sosial menjadi perhatian Mensos khususnya untuk daerah rawan bencana di wilayah selatan Jawa.

Hal ini merujuk pada pemodelan gempa dan tsunami di kawasan tersebut yang menjadi kajian BMKG.

Pada beberapa kesempatan, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menyampaikan skenario terburuk gempa bumi bisa terjadi pada magnitudo 8,7 dan memicu tsunami setinggi 30 meter di sejumlah wilayah di provinsi tersebut. (mrk/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler