Cerita Rano Karno tentang Upaya 10 Marinir Mengevakuasi Mak Nyak

Selasa, 07 Januari 2020 – 07:35 WIB
Aminah Cendrakasih alias Mak Nyak saat ditemui di kediamannya di kawasan Pondok Aren, Tangerang, Senin (6/1/2020). Foto: HO/Antara

jpnn.com, JAKARTA - Rano Karno cerita tentang proses evakuasi Aminah Cendrakasih alias Mak Nyak saat banjir menerjang rumahnya beberapa hari lalu.

Proses evakuasi cukup sulit. Anggota DPR itu mengatakan proses evakuasi Mak Nyak melibatkan tim BPBD dan pasukan Marinir yang harus menerjang banjir yang telah menggenang rumah pemeran ibu Si Doel tersebut.

BACA JUGA: Alasan Ria Irawan Tak Mau Dijenguk Rano Karno

"Saya denger 10 orang Marinir menggotong, semua nyelem (menyelam, red). Mak Nyak di atas kepalanya karena mohon maaf, beliau lumpuh, beliau buta, agak sensitif kakinya, saya enggak kebayang bagaimana situasinya waktu evakuasi," kata Rano Karno saat berbincang di Pondok Aren, Tangerang, Senin (6/1).

Memang prosesnya sulit. Namun akhirnya Mak Nyak berhasil dievakuasi ke tempat yang jauh lebih aman.

BACA JUGA: Sidang Korupsi Alkes Banten, Saksi Akui Beri Uang Rp 700 Juta ke Rano Karno

"Saya juga mengucapkan terima kasih pada keluarga besar Marinir yang ikut membantu sehingga Mak Nyak sekitar jam 1 pagi bisa dikeluarkan," ujarnya.

Rano Karno mengaku pertama kali tahu kabar rumah Mak Nyak terendam banjir ketika sedang berada di Bandung untuk merayakan pergantian tahun dari 2019 ke 2020.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Bu Mega Singgung Nama Anies Baswedan dan Keributan di Natuna

"Saya jujur lagi di Bandung tetapi sebelum ke Bandung saya izin ke Mak Nyak. Jadi waktu tahun baruan di Bandung, saya dapat telepon," ujarnya.

Pemeran Si Doel itu mendapat telepon dari anak perempuan Mak Nyak yang mengabarkan ibunya telah dipindahkan ke lantai dua rumah.

"Putrinya bilang Mak Nyak kite evakuasi ke lantai dua. Udah apal nih kami karena 2007 Mak Nyak juga pernah kami evakuasi dari genteng di lantai 2," kata Rano Karno.

"Begitu putrinya WA, saya tahu dia perlu bantuan. Mak Nyak ini rumahnya di pinggir Kali Angke. Kali Angke ini luar biasa, walau sudah diturap, tetap melimpah airnya," tuturnya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler