Cerita Wamen Budi Arie saat Jadi Wartawan dan Terkenang Wawancara dengan Bu Sri Mulyani

Rabu, 08 Juli 2020 – 13:45 WIB
Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi. Foto: Ricardo/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Budi Arief Setiadi bercerita soal pengalamannya menjadi jurnalis pada masa mudanya.

Salah satu pengalaman yang mengesankan Budi saat menjadi wartawan adalah ketika mewawancarai Sri Mulyani Indrawati.

BACA JUGA: Wamendes Budi Arie: Ada Tiga Kunci Kemajuan Desa

Budi menceritakan itu dalam program NGOMPOL (Ngomongin Politik) di kanal jpnn.com di YouTube. Tokoh yang kondang sebagai ketua umum PROJO itu mengaku sudah sejak duduk di bangku SMA tertarik pada jurnalistik.

Begitu lulus SMA, Budi memilih jurusan ilmu komunikasi di FISIP Universitas Indonesia (UI). Saat masih duduk di bangku kuliah pun Muni -panggilan akrabnya- sudah dipercaya menjadi redaktur relaksana Majalah Suara Mahasiswa UI (1993-1994).

BACA JUGA: Ikut Panen Padi, Wamen Budi Arie Tegaskan Desa Tetap Produktif di Masa Pandemi

Setelah lulus, Budi bekerja di Kontan (1996-2001). "Memang ketika lulus SMA saya berminat menjadi jurnalis. Makanya saya mengambil jurusan ilmu komunikasi di FISIP UI, termasuk S2-nya manajemen ilmu sosial di UI juga," tuturnya.

Lebih lanjut Budi menuturkan, dirinya tertarik dunia jurnalistik yang menurutnya penuh imajinasi. Bagi Budi, imajinasi merupakan kekayaan terbesar manusia yang diberikan Tuhan.

BACA JUGA: Ada Kabar Gembira dari Bu Sri Mulyani, Bisa Bikin Anda Bergairah

"Seluruh kejadian besar di dunia itu lahir dari imajinasi, bahkan Indonesia merdeka pun lahir dari imajinasi para pendiri bangsa kita," sambungnya.

Budi pun masih ingat bagaimana menulis berita pada masa Orde Baru. Di era pemerintahan Presiden Soeharto, media-media yang kritis hidup di bawah ancaman pemberedelan oleh penguasa kala itu.

Saat menjadi wartawan pula Budi mengaku terkesan ketika mewawancarai Sri Mulyani. Kala itu, tokoh yang kondang dengan inisial SMI tersebut lebih dikenal sebagai dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI).

“Saya waktu tahun 1996 mewawancarai Bu Sri Mulyani,” ucapnya. “Bu Sri Mulyani waktu itu di LPEM (Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat, red) UI. Itu sebelum krisis.”

Kala itu,, Budi merasa memperoleh pandangan, pengajaran, sekaligus ilmu pengetahuan dan cara berpikir yang cukup sistematis dari sosok yang kini menjadi menteri keuangan tersebut. “Nah ketika itu memang sudah ada tanda-tanda Indonesia akan menghadapi krisis di 98, krisis finansial," jelasnya.(fat/jpnn)

Simak! Tugas Khusus Ketum PROJO dari Jokowi di Kabinet


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler