Chandra Sentil Irjen Dedi soal Penyebab Kematian Korban Tragedi Kanjuruhan, Jleb!

Selasa, 11 Oktober 2022 – 20:26 WIB
Ucapan Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo soal penyebab kematian korban tragedi Kanjuruhan disorot. Foto: Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Ketua LBH Pelita Umat Chandra Purna Irawan menyentil Irjen Dedi Prasetyo yang menyebut kematian ratusan suporter dalam tragedi Kanjuruhan bukan akibat gas air mata.

Menurut Dedi, penyebab kematian ratusan suporter di Stadion Kanjuruhan adalah kekurangan oksigen akibat berdesak-desakan, terinjak-injak, serta bertumpuk-tumpukan.

BACA JUGA: Irjen Dedi Sebut Kematian Korban Tragedi Kanjuruhan Bukan Karena Gas Air Mata

"Jika ada yang menyatakan penyebab kematian pada peristiwa Kanjuruhan adalah berdesak-desakan dan kekurangan oksigen, berarti yang bersangkutan tidak bisa melihat dan menganalisa problem besarnya," kata Chandra kepada JPNN.com, Selasa (11/10).

Menurut Chandra, polisi seharusnya bisa melihat kekacauan di stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 itu yang berujung kematian ratusan suporter Arema FC seusai laga melawan Persebaya Surabaya.

BACA JUGA: Ade Armando Dipolisikan Aremania ke Polresta Malang Kota

"Berdesak-deskan dan kekurangan oksigen bermula dari kepanikan yang dapat saja disebabkan tembakan gas air mata dan oknum yang melakukan represi. Inilah yang semestinya ditindak," kata Chandra.

Irjen Dedi Prasetyo sebelumnya menegaskan gas air mata yang digunakan personel Brimob saat tragedi Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur tidak mematikan.

BACA JUGA: Korban Kanjuruhan Tewas Karena Kekurangan Oksigen? Kapolri Diminta Tindak Irjen Dedi

Dedi menyebut penjelasan itu berdasar dua keterangan ahli, yakni ahli bidang teksiologi atau racun dari Universitas Udayana dan ahli kimia dan persenjataan dari Universitas Indonesia.

"Gas air mata atau CS ini dalam skala tinggi pun tidak mematikan," kata Dedi pada Senin (10/10).

Mantan Kapolda Kalteng itu mengeklaim dari penjelasan para ahli dan dokter spesialis yang menangani para korban Kanjuruhan, baik yang meninggal dunia maupun korban luka, tidak satu pun yang menyebutkan penyebab kematian adalah gas air mata.

"Penyebab kematian adalah kekurangan oksigen, karena apa? Terjadi berdesak-desakan, terinjak-injak, bertumpuk-tumpukan mengakibatkan kekurangan oksigen," tutur Dedi.

Masih mengutip ahli, Irjen Dedi menyatakan gas air mata berdampak terjadinya iritasi pada mata, kulit, dan pernapasan.

"Dokter spesialis mata menyebutkan ketika kena gas air mata pada mata, khususnya memang terjadi iritasi, sama halnya seperti kena air sabun, terjadi perih, tetapi pada beberapa waktu bisa langsung sembuh dan tidak mengakibatkan kerusakan yang fatal," tutur Dedi. (fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dugaan Pelecehan Seksual oleh Mahasiswa Jurusan HI UGM, Korbannya Banyak


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler