Cipayung Plus Ajak Anak Muda Tak Golput, Pilih dengan Hati Nurani

Rabu, 14 Februari 2024 – 07:41 WIB
Gerakan Muda Memilih (MudaMemilih.id) yang tergabung dalam Cipayung Plus, menggelar diakusi bertema 'Saatnya Anak Muda Memilih untuk Kemajuan Bangsa'. Foto: dok Cipayung Plus

jpnn.com, JAKARTA - Nasib Indonesia lima tahun ke depan ditentukan pada 14 Februari 2024 ini. Masyarakat akan mencoblos salah satu dari kandidat pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2024.

Gerakan Muda Memilih (MudaMemilih.id) yang tergabung dalam Cipayung Plus, menggelar diakusi bertema 'Saatnya Anak Muda Memilih untuk Kemajuan Bangsa'.

BACA JUGA: Cipayung DIY Keluarkan Petisi: Embrio Orde Baru Harus Digagalkan

"Diskusi publik tersebut merupakan respons terhadap betapa pentingnya peran pemuda dalam Pemilu 2024, mengingat dalam sejarah, pemuda berperan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia," ujar Koordinator Gerakan Muda Memilih, Hafish Septian Mubaraq, Rabu (14/2).

Ketua Lembaga Demokrasi dan Pemilu PP KMHDI Putu Esa Purwita mengecam tindakan golput. Menurut Putu, pemuda harus sadar akan perannya dalam politik.

BACA JUGA: Cipayung Plus dan PERMABUDHI Komitmen Mendukung Pemilu Damai

"Kenapa masih ada yang bangga bahwa saya golput? Perlu kita sadarkan dan gaungkan bahwa sangat pentingnya dalam memilih. Hal ini perlu menjadi atensi bagi kita kawan-kawan,” ungkap Putu.

Bendahara Umum DPP IMM Riyan Betra Delza juga mengimbau pemuda untuk memilih berdasarkan hati nurani.

Menurut Riyan, seharusnya anak muda tidak mengedepankan sentimen, namun kepada gagasan-gagasan kecermelangan. Sebagai insan intelektual, generasi muda harus melebarkan pikiran terhadap perspektif pilihan kita.

"Pilih 1,2,3 berdasarkan penggalian yang mendalam. Tidak ikut-ikut dan mengedepankan emosional semata. Kita ingin bangsa yang penuh keadaban dan kemajuan," tegas Riyan.

Ketua Umum PP PMKRI, Tri Natalia Urada, menyatakan salah satu jalan untuk memulai meraih cita-cita Indonesia Emas 2045 adalah menggunakan hak suara dalam pemilu ini.

Sebab lima tahun ke depan negeri ini akan dipimpin oleh pemimpin baru sekaligus sebagai faktor menuju Indonesia Emas.

"Siapa pun pemimpinnya kita punya peran mengkritisi dan mengawal kebijakan-kebijakannya. Hal sederhana yang bisa kita lakukan, adalah gunakan hak suara kita dan jangan golput,” kata Tri.

Ketua Bidang Pertahanan dan Keamanan PB HMI, Rifyan Ridwan Saleh, menyampaikan bahwa generasi muda menjadi penjaga demokrasi.

“Jadi, tolong bagi generasi milenial, menjadi instrumen menjaga demokrasi. Maka apakah kita menjadi pemangku demokrasi, penjaga atau perusak,” ungkap Rifyan.

Ketua Umum PP GMKI Jefri Gultom menyampaikan dinamika politik yang terjadi dalam Pemilu 2024 harus diletakkan dalam kerangka menjaga keutuhan bangsa ini.

Apa pun dinamika yang terjadi, terpenting adalah menjaga keutuhan bangsa ini.

"Mencoblos atau tidaknya ditentukan oleh anak muda. Ironisnya ketika anak muda tidak datang ke TPS untuk tidak menggunakan hak pilih. Maka krusial bagi dampak 5 tahun ke depan,” jelas Jefri.

Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan PP KAMMI Rizki Agus Saputra mengemukakan pemuda harus mendorong demokrasi di Indonesia berjalan secara substansial.

“Saya mengharapkan, kita sama-sama melindungi suara masyarakat, suara rakyat. Karena suara rakyat adalah hak dari diri kita sendiri. Sebagai anak muda memberikan Indonesia agar demokrasi ini berjalan secara substansi,” pungkas Rizki.(mcr10/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler