Ciptakan Ekosistem Berbasis Teknologi AI Lewat Nodeflux Beyond

Kamis, 09 Mei 2019 – 23:48 WIB
Nodeflux Beyond untuk dukung Smart City. Foto : Ist

jpnn.com, JAKARTA - Nodeflux, Perusahaan Vision AI pertama dan terbesar di Indonesia menggelar acara bernama Nodeflux BEYOND.

Acara ini bertujuan untuk merangkul berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong perkembangan perekonomian dan implementasi teknologi dalam rangka menciptakan ekosistem berbasis Artificial Intelligence (AI) di Indonesia hingga semakin memajukan Indonesia di kancah global.

BACA JUGA: Yenny Wahid Berharap Ibu Kota Baru Terapkan Konsep Smart City

Acara  bertemakan “AI Fostering Greater Good and Beyond” ini memberikan pandangan mengenai bagaimana implementasi teknologi Intelligent Video Analytics (IVA) milik Nodeflux dimanfaatkan untuk memberikan solusi dari sektor pemerintahan, industri, hingga pendidikan.

Acara ini terdiri dari open office dengan menghadirkan beragam sektor industri, serta experiencing area yang bertempat di Kemang Timur, Jakarta Selatan.

BACA JUGA: Salah Kaprah Kepala Daerah soal Smart City, Kurang Cerdas

Dalam experiencing area, terdapat beberapa Artificial Intelligence (AI )analytics yang ditampilkan oleh Nodeflux.

Di antaranya Face Recognition, atau fitur pengenalan wajah di dalam sebuah acara, area, bahkan bangunan, misalnya diterapkan dalam meningkatkan kenyamanan pelanggan ataupun layanan keamanan, dan penyediaan absensi berbasis otomasi melalui sejumlah wajah yang tertangkap kamera CCTV di area tertentu secara real-time.

BACA JUGA: Bangun Aplikasi CRM demi Mudahkan Warga DKI Melapor

Selain itu, terdapat License Plate Recognition (LPR), berfungsi sebagai pembaca karakter plat kendaraan secara otomatis. Analitik AI ini mampu membaca berbagai jenis plat kendaraan di Indonesia dengan situasi dan kondisi yang sesuai di lapangan seperti hujan, kurang cahaya, hingga
plat bercasing dengan akurat. LPR cocok untuk diterapkan sebagai solusi parkir otomatis, pelacakan kendaraan whitelist/blacklist, hingga penegakan hukum seperti penindakan kendaraan yang melanggar hukum atau terlambat bayar pajak (BDU).

Terdapat beragam analytics lainnya yang sudah di implementasi bersama mitra Nodeflux untuk mendukung percepatan solusi dan keputusan yang tepat sesuai dengan perhitungan dan pengumpulan data yang akurat, mendeteksi jumlah kendaraan lalu-lalang di ruas jalan raya dengan
menggunakan Fleet Detection, mendukung keputusan bagi para pemilik atau pemasaran di sebuah toko menggunakan Store Analytics, mendukung keamanan berlangsungnya acara.

Seperti di Asian Games 2018 Jakarta Palembang melalui Surveillance & Security System, serta manajemen ketertiban jalan tol dan penerapan teknologi AI untuk Smart City.

Dalam panel diskusi Nodeflux BEYOND, Alex Siahaan, Kasatpel (Kepala Satuan Pelaksana) Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Jakarta Smart City menjelaskan challenge kota bisa dilakukan dengan kolaborasi, ke depannya harus ada data-driven policy.

"karena adanya keterbatasan manusia, AI dapat membantu mengoptimalkan kinerja yang lebih efisien dan efektif," ujar Alex.

Selain itu, Nodeflux sebagai produk anak bangsa juga tidak kalah saing dengan perusahaan dari luar negeri, konsep mereka yang costumize sesuai dengan kebutuhan kota Jakarta.

"Tentu saja, hanya orang Indonesia sendiri yang paham tentang kebutuhan ya kita, dari luar negeri belum tentu bisa memenuhi kebutuhan yang Jakarta inginkan. Oleh sebab itu, kita memberikan mereka ruang sebagai playground untuk mengkaji analytics yang sesuai sasaran kebutuhan kota," lanjutnya.

Nodeflux berturut serta mewujudkan adanya Jakarta Smart City dengan mengembangkan beberapa pilot project sekaligus mengkaji kebutuhan prioritas perkotaan.

Dalam hal ini Nodeflux membantu dalam penyajian data untuk perhitungan arus lalu lintas, monitor parkir liar, manajemen kendaraan umum, hingga pemantauan sampah di sungai. Harapannya, semakin banyaknya pelaku industri dan masyarakat yang terbuka dengan teknologi dan merasakan langsung dampak yang dihasilkan dalam perkotaan.

Demi mewujudkan sebuah ekosistem berbasis teknologi AI, kebutuhan tenaga ahli di bidang ini juga menjadi tantangan yang perlu ditingkatkan.

“Implementasi AI di Indonesia sudah mulai dioptimalkan, salah satunya seperti yang dilakukan oleh Nodeflux, yang merupakan pelaku industri AI Indonesia cukup proaktif membantu akselerasi mengatasi masalah-masalah sosial yang ada dengan teknologi yang di kembangkan oleh anak-anak muda Indonesia, termasuk berkolaborasi dalam riset-riset pengembangan AI dengan institusi pendidikan salah satunya dengan BINUS University,” jelas
Bens Pardamean, Head of NVIDIA - BINUS AI Center

“Aplikasi AI menjadi kebutuhan yang mendesak dengan adanya program Smart City dari pemerintah, transformasi industri 4.0, begitu juga dalam dunia pendidikan harus juga di drive dengan Education 4.0 dengan cara memanfaatkan AI untuk optimalisasi proses belajar mengajar dan memasukan dalam kurikulum secara general. Di sini peran media menjadi sangat penting untuk mendekatan dan mengedukasi masyarakat terhadap pemanfaatan AI di
kehidupan sosial sehari-hari,” tambahnya.

Sebagai bagian dari program NVIDIA, GPU ternama internasional bernama MSPP (Metropolis Software Platform Program), Nodeflux memiliki misi untuk menjadi katalis pengembangan teknologi di Indonesia dengan meningkatkan kesadaran dan menciptakan ekosistem berkelanjutan.

“Kami percaya yang perlu diutamakan adalah kolaborasi dan sinergi dari beragam sektor demi bertumbuhnya ekosistem yang berkelanjutan berbasis teknologi AI ini. Terdapat 3 hal utama untuk mewujudkan ekosistem, yakni: membentuk kurikulum di bidang teknologi AI, keseragaman antara industri dan akademisi, serta pengembangkan riset penelitian agar semakin banyak pemain baru dan semakin banyak industri yang menyediakan playground untuk mengembangkan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ungkap Faris Rahman, CTO of Nodeflux. (flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Keren! Lintasarta Smart City Terbaik di Ajang Internasional


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler