Citibank Perkuat Layanan Digital

Sabtu, 11 Maret 2017 – 23:40 WIB
Ilustrasi. foto: AFP

jpnn.com, JAKARTA - jpnn.com - Citibank Indonesia (Citi Indonesia) memperkuat layanan perbankan digital, baik untuk nasabah korporasi maupun ritel.

Tahun lalu, Citi Indonesia meluncurkan program digitalisasi untuk sektor korporasi.

BACA JUGA: Pelindo III Patok Belanja Modal Rp 4,8 Triliun

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi menyatakan, pihaknya berfokus pada perusahaan multinasional dan lokal, public sector, serta financial institution.

Tahun lalu, mereka meluncurkan Citi Virtual Card, yaitu kartu kredit tanpa bentuk fisik. 

BACA JUGA: Penjualan Kapal Hanya Tumbuh 7 Persen

’’Selama ini, digitalisasi identik dengan retail banking saja. Namun, kami melihat sejumlah nasabah korporasi terbantu dengan digitalisasi transaksi perbankan,’’ ujarnya.

Awal tahun ini, pihaknya meluncurkan CitiDirect dengan MobilePass yang memungkinkan nasabah bertransaksi tanpa menggunakan token.

BACA JUGA: Wajib Pajak Bakal Diusut jika Tak Ikut Tax Amnesty

Jadi, ada kode one time password (OTP) yang dikirimkan.

Untuk retail banking, pihaknya akan meluncurkan beberapa fitur di mobile banking.

Nanti, mobile banking itu kompatibel dengan platform dari Citi global.

Di dunia, Citi terdapat di 101 negara. Sementara itu, di Asia, Citi ada di 13 negara.

’’Kalau mau klaim digital, semua fitur di desktop harus ada di handphone. Jadi, digital means mobile,’’ tutur Batara.

Pihaknya bakal merilis fitur baru untuk layanan digital perbankan yang bisa diakses di handphone.

’’Komitmen kami, digitalisasi bukan hanya layanan pada nasabah, tapi juga ekosistem,’’ ucapnya.

Tercatat, sebanyak 80 persen nasabah Citi Indonesia sudah beralih ke layanan perbankan digital.

Persentase tersebut tidak jauh berbeda dengan nasabah Citi di negara-negara di Asia.

Artinya, mengakses layanan perbankan secara digital sudah menjadi kebiasaan.

’’Bisa dihitung jari tingkat kunjungan seorang nasabah ke kantor,’’ imbuhnya.

Apakah itu akan mendongkrak fee based income?

Batara menuturkan, penerapan digitalisasi dapat berdampak pada fee based income.

Namun, hal tersebut tidak menjadi prioritas perusahaan.

Apalagi, persaingan antarperbankan untuk menggenjot fee based income juga ketat.

’’Komposisi fee based income sekitar sepertiga, sisanya dua pertiga dari pendapatan bunga,’’ terangnya. (res/c18/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kembangkan Pabrik Gula, BUMN Butuh Rp 13,61 Triliun


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Citibank  

Terpopuler