Ckckc..Polisi Kok Pakai Mobil Bodong

Senin, 16 Januari 2017 – 16:36 WIB
Polisi. Foto: dok jpnn

jpnn.com - jpnn.com - Mobil tanpa dokumen kini marak di Pulau Sulawesi. Keterlibatan oknum aparat diduga menjadi pemicunya.

Peredaran mobil bodong itu terungkap setelah ada laporan yang masuk ke Polda Sulsel.

BACA JUGA: Hayo Ngaku, Siapa Penembak Kijang di TNBB Ini?

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti pada Kamis, 12 Januari.

Setelah melakukan koordinasi, tim gabungan dari Bidang Propam Polda Sulsel dan direktorat lainnya melakukan penelusuran di Kabupaten Luwu Timur.

BACA JUGA: Wanita Bermotor Tanpa Busana Itu Punya Pekerjaan Kotor

Pemeriksaan yang dilakukan di Polres Luwu Timur pada Jumat, 13 Januari, membuahkan hasil.

Tidak tanggung-tanggung, ada 14 unit mobil tak berdokumen yang ditemukan.

BACA JUGA: Fadil 9 Kali Menikah, 2 Anak Juga Digarap, 1 Melahirkan

Empat unit dikuasai masyarakat sipil. Namun, dua unit Toyota Innova berhasil dikirim ke Gorontalo.

Bidang Propam Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) kini bekerja maraton memeriksa seluruh oknum polisi yang diduga terlibat atau menggunakan mobil bodong tersebut.

Kabidpropam Polda Sulsel Kombespol Tri Hatmojo enggan berbicara terlalu banyak.

Dia hanya menyarankan untuk menanyakan kasus tersebut ke Kabidhumas Polda Sulsel.

Dia menyatakan tidak bisa memberikan gambaran detail.

Sebab, petugas Propam Polda Sulsel masih menyelidiki kasus mobil bodong yang melibatkan beberapa perwira tersebut.

''Kasus ini masih dikembangkan. Jadi, jangan keburu disebarluaskan. Kalau masih penyelidikan, kami mau kembangkan, sudah diberitakan, nanti tertutup semua yang kami usut,'' tegasnya.

Berdasar data dari sumber di Polda Sulsel, disebutkan beberapa oknum kepolisian yang ikut menikmati mobil ilegal tersebut.
Mulai jajaran perwira pertama hingga bintara. Mereka bertugas di Polres Luwu Timur, Palopo, dan Luwu.

Dari data itu, beberapa unit mobil diketahui memang tidak memiliki dokumen.

Baik STNK maupun BPKB. Hanya, juga ditemukan mobil yang memiliki STNK meski pada dasarnya tidak mempunyai BPKB.

Penjualan mobil-mobil tersebut mengarah kepada seorang perwira pertama. Dia berpangkat ajun komisaris polisi (AKP).

Perwira dengan inisial HT itu menjabat kepala kepolisian sektor (Kapolsek).

Peran AKP HT terungkap berdasar keterangan anggota Polsek Bajo Kabupaten Luwu Bripka SP.

Berdasar keterangannya, Toyota Innova hitam yang dikuasainya dibeli dari HT.

Sumber internal polda menyebutkan bahwa harga mobil bervariasi.

Harga Avanza minimal dibanderol Rp 80 juta. Harga yang lain, baik Innova atau truk, bisa mencapai Rp 100 juta.

Perwira Polres Timur AKP SL tidak menampik kabar banyaknya mobil bodong yang beredar di kalangan oknum kepolisian.
Termasuk mobil yang kini dikuasainya. Namun, dia enggan berbicara panjang lebar.

''Semua mobil (tak berdokumen, Red) sudah diamankan. Tidak ada (yang menguasai mobil bodong, Red) yang merasa dirugikan,'' jelas SL.

AKP HT tidak berhasil dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui ponselnya, dia enggan menjawab. (syahruddin syah/amrullah/ksa/c5/ami/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ayah Hamili Anak Kandung, Bayi Dibuang ke Sungai


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler