CNRT Menang Pemilu Timor Leste, Xanana Gusmao Bakal Kembali Jadi Perdana Menteri

Senin, 22 Mei 2023 – 09:37 WIB
Pemilu dipercayai akan memulihkan suasana politik di Timor Leste karena Xanana Gusmao bakal kembali jadi Perdana Menteri. Foto: Ayatollah Antoni/JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Sejak dilanda kegaduhan kurang lebih 3 tahun terakhir, Timor Leste baru saja menyelesaikan Pemilihan Umum Parlemen untuk kelima kalinya pada Minggu, 21 Mei 2023 kemarin.

Sebuah pesta demokrasi yang dipercayai akan memulihkan suasana politik di negara bekas provinsi ke-27 Indonesia itu

BACA JUGA: Xanana Gusmao Percaya Indonesia Dapat Berperan Sentral dalam Dialog Global

Seperti diketahui sejak 2020 Timor Leste mengalami kegaduhan akibat ketidakstabilan politik setelah peristiwa mundurnya Perdana Menteri Taur Matan Ruak akibat bubarnya partai koalisi pemerintah dan pembentukan koalisi baru tanpa pemilu.

Pemilu Timor Leste memunculkan harapan rakyat akan adanya stabilitas ekonomi-politik.

BACA JUGA: Xanana Gusmao Siap Bentuk Pemerintahan Baru di Timor Leste

Sebab, jika melihat hasil perolehan suara dari 17 partai peserta pemilu (sampai pukul 10.25 waktu setempat, tanggal 22 Mei 2023), Kongres Nasional Untuk Rekonstruksi Timor (CNRT), yakni partai yang dipimpin oleh tokoh pejuang kemerdekaan Xanana Gusmao memimpin perolehan suara terbanyak sementera dengan 39,39 persen suara disusul kemudian oleh partai pesaingnya yakni Front Revolusioner Untuk Timor Leste Merdeka (FRETILIN) pimpinan Mari Alkatiri dengan 28,17 persen suara.

Rekan koalisi CNRT yakni Partai Demokrat (PD) menempati urutan ketiga dengan perolehan 8,62 persen suara, sedangan rekan koalisi FRETILIN yakni KHUNTO dan Partai Pembebasan Rakyat/PLP (pada Pemilu 2018 adalah rekan koalisi CNRT.

BACA JUGA: Jawaban Mahfud Menanggapi Permintaan Xanana Gusmao

Pada 2020 berubah haluan berkoalisi dengan FRETILIN) menempati urutan keempat dan kelima dengan perolehan 7,41 persen dan 6,15 persen suara.

Di sisi lain, hasil perolehan suara di luar dua koalisi ini yakni PVT dan partai kecil lainnya mencapai 10,26 persen suara.

Adapun perolehan suara sementara ini, koalisi CNRT dan PD diprediksi akan menduduki 40 kursi dari 65 kursi parlemen, melebihi syarat minimum mayoritas parlemen yakni 33 kursi untuk membentuk kabinet pemerintahan.

Pemimpin Tertinggi CNRT, Xanana Gusmao akan kembali dilantik menjadi Perdana Menteri pada Juni 2023 mendatang.

Analis Politik SCL Taktika Consulting Iqbal Themi mengatakan bahwa kemenangan yang diperoleh CNRT ini menunjukkan rakyat Timor Leste masih mempercayai Xanana Gusmao sebagai tokoh pemimpin yang mampu membawa perubahan, kemajuan, dan kesejahteraan bagi rakyat.

Kemenangan ini sebenarnya sudah tampak sejak setahun lalu, setelah pada Pemilihan Umum Presiden Timor Leste 2022 lalu dimenangkan oleh Jose Ramos Horta yang berhasil mengalahkan Presiden petahana Francisco Guterres dengan memperoleh 62 persen suara pada putaran kedua.

"Apalagi dengan perolehan suara PD sementara ini, membuat kemenangan CNRT atas FRETILIN dalam Pemilu Parlemen semakin komprehensif," ujar Iqbal saat dihubungi dari Jakarta, Senin (22/5)

menurut Iqbal, Xanana Gusmao nantinya akan membawa hubungan antara Timor Leste dan Indonesia lebih erat. Hal ini dikarenakan Xanana memiliki kedekatan emosional yang kuat, serta namanya lebih familiar dan populer dengan rakyat Indonesia.

Selain itu dia juga memperjuangkan megaproyek pemrosesan minyak dan gas Tasi Mane di pantai selatan Timor Leste sebagai solusi, menolak alternatif mengirimkan produk mentah ke fasilitas yang ada di Darwin.

Hal itu menandakan bahwa proyek Tasi Mane memberikan keuntungan yang lebih besar bagi negara.

"Meskipun biaya modal di muka yang menakutkan," kata Iqbal.

Dia menambahkan pemerintah Timor Leste saat ini mengakui perlunya diversifikasi ekonomi dan mengembangkan rencana pemulihan Covid sebagian didasarkan pada promosi industri baru yang menciptakan lapangan kerja.

Namun, belum mengartikulasikan rencana komprehensif untuk Greater Sunrise.

"Ini adalah kesaksian legitimasi karismatik Gusmao. Ini juga mencerminkan keberhasilannya dalam mengikat sengketa batas laut yang berhasil dengan Australia ke masalah terpisah tentang bagaimana kekayaan minyak yang tersisa harus dikelola dengan sebaik-baiknya," pungkas Iqbal.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler