Coaching Clinic Partai Golkar: Andi Rio Ungkap Rahasianya Tiga Kali Terpilih Jadi Anggota DPR

Jumat, 28 Agustus 2020 – 20:56 WIB
Andi Rio Idris Padjalangi berbagi tips dan strategi untuk meraih kepercayaan masyarakat saat menjadi pembicara dalam Coaching Clinic Pendidikan Politik Partai Golkar di Jakarta, Jumat (28/8). Foto: dok pribadi for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi berbagi tips dan strategi untuk meraih kepercayaan masyarakat saat menjadi pembicara dalam Coaching Clinic Pendidikan Politik Partai Golkar di Jakarta, Jumat (28/8).

Menurut anggota DPR tiga periode dari Sulawesi Selatan itu, rahasianya adalah perbanyak silaturrahmi dengan konstituen.

BACA JUGA: Lewat Lomba Foto, Golkar DKI Menyemangati Warga di Tengah Pandemi

"Saya memulai politisi itu dari Staf Ahli. Saya sendiri asli Bone, lima bersaudara. Saya SD di Bone, tapi merantau SMP dan SMA ke Salatiga, jadi anak kos. Bapak ibu semua di Makassar. Kuliah di S1 di Yogyakarta, S2 di Undip dan sekarang S3 di UMI," kata Andi.

Diskusi pendidikan politik yang berlangsung di Gedung DPR RI ini diikuti para staf dan tenaga ahli Fraksi Partai Golkar.

BACA JUGA: Airlangga Hartarto Dukung Eddy Keleng Daftar Calon Ketua Golkar Dairi

Andi menuturkan, bisa terpilih pertama kali menjadi anggota DPR pada Pemilu 2009 berkat suara terbanyak. Saat itu, terdaftar sebagai Caleg Golkar Dapil Sulsel II nomor urut 5.

"Waktu itu saya saya kecewa nomor urut 5 sebab kalau berdasar dedikasi harusnya nomor urut 4. Kalau nomor 4 lumayan, ggak capek karena Golkar waktu itu selalu 4 kursi. Tapi akhirnya Mahkamah Kinstitusi putuskan suara terbanyak. Yang terpilih nomor urut 1, 2, 5 dan 9," kata Andi mengenang pemilu pertama kali yang diikutinya.

BACA JUGA: Partai Golkar Surabaya Pastikan Solid Bersama Koalisi Machfud Arifin

Namun bisa terpilih di pemilu 2009 tersebut, kenang Andi, bukan perkara gampang. Sebab saat itu, dia mendapat tekanan yang luar biasa imbas dari Pilkada Bone. Saat itu, salah satu keluarganya hendak maju Pilkada namun kalah melawan inkumbent.

"Di Sulsel itu kencang kekerabatan. Om saya maju tapi kalah. Perintahnya adalah jangan pilih orang Jakarta. Maksudnya jangan Rio. Jadi tekanannya kencang. Saya masuk itu dengan kekuatan silaturahmi yang saya jalankan dan Alhamdulillah terpilih dan saya suara terbesar ke tiga dari 9 caleg (Golkar) walau pendatang baru," lanjut dia.

Dari pengalaman itu, Andi Rio berkesimpulan bahwa politik itu adalah kerja keras. Memang di satu sisi butuh kekuatan finansial tapi itu bukan yang iutama. "Saya periode pertama itu Rp 1,5 miliar, periode dua Rp 1,5 miliar, dan periode ketiga Rp 3 miliar. Kenapa besar (periode ketiga) karena waktu itu suara saya perluas. Tim memang saya biayai tetapi bukan bagi-bagi uang ke masyarakat. Dan Alhamdulillah terpilih. Itu kekuatan silaturrahmi," ujar Rio.

Lebih lanjut, politisi senior Golkar ini menuturkan, ongkos politiknya bertambah pada pemilu 2019 lalu karena pertarungan di Dapil Sulsel II memang sangat keras. Mulai dari mantan gubernur, bekas bupati, bahkan semua bupati dan wali kota di dapil SUlsel II mendaftarkan istri, anak dan saudaranya untuk ikut pemilu legislatif.

"Tetapi saya bilang, saya akan kalahkan kamu dengan silaturahmi. Bukan duit. Tapi komunikasi politik yang saya pakai untuk kalahkan kamu. Alhamdulillah saya terpilh 3 periode. Teman-teman saya itu ada yang habis Rp 9 miliar, Rp 15 miliar. Tetapi yang utama politilk silaturrahmi dan kekeluargaan. Itu kita pelihara apa adanya," katanya.

"Karena itu, saya lepas semua atribut-aribut DPR itu. Saya nongkrong sama tukang becak dan saya tidak gengsian," pungkasnya.


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler