Covid-19 Memorak-porandakan Kehidupan, La Nyalla Minta Perbaikan Sistem Kesehatan

Jumat, 22 Januari 2021 – 19:22 WIB
Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti. Foto: humas DPD RI.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan wabah Covid-19 telah memporak-porandakan berbagai aspek kehidupan.

Menurutnya, pandemi virus Corona telah menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki kelemahan di sistem kesehatan. Terutama dalam konteks ketahanan sektor kesehatan nasional.

BACA JUGA: La Nyalla Peringatkan Kemenhan soal Kapal Tiongkok: Ini Warning Bagi Pertahanan RI

Karena itu, La Nyalla meminta sistem kesehatan Indonesia segera diperbaiki agar bisa maksimal dalam melayani masyarakat.

"Kondisi ini harus menjadi cambuk dan menjadi momentum evaluasi bagi kinerja beberapa bidang, khususnya yang kurang siap mengantisipasi berbagai macam kondisi yang di luar kenormalan," kata La Nyalla, Jumat (22/1).

BACA JUGA: Gus Nur Sampaikan Pesan dari Balik Jeruji, Kalimatnya Tajam

Mantan ketua umum Kadin Jawa Timur itu mengatakan banyak pihak menyebut ketahanan nasional di sektor kesehatan mendesak untuk diperkuat, selain ketahanan pangan dan pendidikan.

"Bidang kesehatan mungkin yang paling minim. Hal ini dilihat dari kesiapan pelayanan serta fasilitas yang kurang memadai. Kami pun bisa merasakan lemahnya pelayanan kesehatan dari puskesmas dan RS yang kurang strategis, atau jauh dari fungsi promotif dan preventif terhadap wabah penyakit," ungkapnya.

BACA JUGA: 2 Bulan Ditahan, Edhy Prabowo Mengeluh, Memohon kepada Yasonna

La Nyalla pun menilai sejumlah rumah sakit kerap gagap dalam menangani lonjakan pasien Covid-19.

Dia menegaskan bahwa kondisi Covid-19 memang di luar kenormalan, tetapi seharusnya tidak menjadi alasan untuk tak siap.

"Apalagi, wabah ini sudah berlangsung setahun dengan jumlah yang terus meningkat. Seharusnya ada langkah antisipasi," ujarnya.

Dia menegaskan harus diakui bahwa sistem kesehatan Indonesia masih lemah. Hal ini harus menjadi pelajaran yang sangat berharga dan jadi bahan evalusi.

Karena itu, dia berharap ke depan harus lebih matang. "Ini menjadi tugas bersama bagi para pemangku kebijakan dan harus segera diatasi," katanya.

La Nyalla mengatakan Indonesia harus memiliki sistem pertahanan kesehatan nasional melalui reformasi sistem kesehatan.

"Kita harus bangun birokrasi kesehatan yang inovatif, tidak boleh lagi ada simpang siur informasi pelayanan kesehatan," katanya.(boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler