Cuaca Panas Ekstrem, Pengamat Ingatkan Soal Memarkir Mobil, Ngeri!

Jumat, 28 April 2023 – 20:08 WIB
Ilustrasi memarkir mobil di ruang terbuka. Foto: dokumentasi Auksi

jpnn.com, JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan dinamika atmosfer yang tidak biasa menjadi satu penyebab Indonesia mengalami suhu panas dalam beberapa hari terakhir.

Beberapa penyebab suhu panas di Indonesia di antaranya dinamika atmosfer yang tidak biasa dan suhu panas bulan April di wilayah Asia Selatan secara klimatologi dipengaruhi oleh gerak semu Matahari.

BACA JUGA: 5 Komponen Mobil yang Wajib Diperiksa Seusai Libur Lebaran 2023, Silakan Baca Nomor 3

Kondisi itu, menurut pengamat otomotif sekaligus dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, memarkir mobil di bawah terik sinar matahari langsung dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan risiko kebakaran kendaraan.

"Saat terjemur di bawah panas terik di Indonesia, suhu di dalam kabin dan ruang mesin mobil dapat mencapai lebih dari 60 derajat Celsius, bahkan bisa mencapai 70 derajat Celsius," ujar dia kepada Antara, Jumat.

BACA JUGA: Tips Memilih Mobil Rumah Berjalan, Silakan Disimak

Yannes mengatakan usia mobil yang sudah tua atau kurang terawat dapat menyebabkan kerusakan regas pada sistem isolasi plastik kelistrikan atau selang karet saluran bahan bakar, sehingga suhu luar mobil turut meningkatkan risiko kebakaran.

"Suhu yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pada kabel-kabel atau selang-selang kendaraan yang dapat mengakibatkan kebocoran."

BACA JUGA: Mobil Listrik Anda Kehabisan Daya di Tol? Jangan Khawatir, Hubungi Nomor Ini

"Suhu yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko kebocoran pada sistem bahan bakar atau minyak pelumas kendaraan," dia menjelaskan.

Suhu yang tinggi, lanjut Yannes, akan mempercepat penguapan bahan bakar.

Pada suhu yang sangat tinggi seperti 60 derajat Celsius, bahan bakar dalam tangki kendaraan dapat menguap dengan lebih cepat daripada pada suhu normal.

"Selain itu, penguapan yang berlebihan juga dapat meningkatkan risiko kebocoran pada sistem bahan bakar yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran pada kendaraan," bebernya.

Kejadian mobil terbakar diduga akibat terpapar cuaca panas ekstrem yang tengah terjadi di sejumlah negara termasuk Indonesia. (ant/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Diminta Mendukung Pelaku Industri Aplikasi Digital Mobile Lokal


Redaktur & Reporter : M. Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler