Curi Celana Demi Bayar Utang

Minggu, 15 April 2018 – 12:37 WIB
Ilustrasi borgol. Foto: AFP

jpnn.com, MOJOKERTO - Hartoyo alias Sangit tidak kapok mencuri. Meski pernah dijebloskan ke bui karena mencuri, pria 48 tahun itu tidak kapok. Jumat malam (13/4) dia kembali beraksi.

Kali ini lokasinya di pusat perbelanjaan Jalan Gajah Mada, Sidoarjo.

BACA JUGA: Ibu Hamil Gabung di Sindikat Pencuri Baju di Mal

Duda empat anak itu menyaru pembeli. Hartoyo menunggu penjaga lengah.

Begitu mendapat kesempatan, dia langsung meraih belasan celana. Lalu, membawanya ke dalam bilik kamar pas.

BACA JUGA: Ya Ampun! Dua Ibu Curi Celana Dalam Pria di Mal

"Diselipkan ke tubuh," katanya di Mapolsek Sidoarjo Kota.

Warga Desa Paringan, Jetis, Mojokerto, itu menyelipkan 14 celana di sela-sela ikat pinggang dan menutupi hasil jarahannya dengan jaket yang sejak awal dipakai.

''Dari kamar ganti langsung jalan ke pintu keluar," jelasnya.

Hartoyo sempat yakin aksinya tidak ketahuan. Sebab, tidak ada pegawai toko yang membuntutinya.

Namun, perkiraannya meleset. Begitu dia melewati pintu keluar, alarm toko berbunyi. Hartoyo pun buru-buru melarikan diri. Dia sadar aksinya ketahuan.

Siti Kolilah, salah seorang pegawai, mengejarnya. Perempuan 39 tahun itu juga berteriak meminta bantuan.

Massa yang mendengar teriakan tersebut bisa membekuk pelaku dengan mudah. Hartoyo kemudian digiring ke pos satpam agar tidak menjadi sasaran amuk massa.

Polisi yang diberi kabar tentang kejadian itu lantas menjemputnya.

"Sebelumnya pernah ditahan di sini," tutur Kapolsek Sidoarjo Kota Kompol Rochsulullah.

Tiga tahun lalu, Hartoyo juga meringkuk di dalam sel Mapolsek Sidoarjo Kota. Dia tepergok mencuri dengan modus yang sama. Bedanya hanya lokasi.

Hartoyo saat itu ditangkap ketika beraksi di pusat perbelanjaan di Jalan Pahlawan. Dia divonis pengadilan lima bulan penjara.

Hartoyo mengaku nekat karena terbelit utang. Dia beralasan beberapa bulan yang lalu cucu satu-satunya sakit tifus.

Harus opname. Di sisi lain, orang tuanya tidak punya biaya. Mereka tidak punya pekerjaan tetap. Hartoyo terdorong mencari pinjaman untuk melunasi administrasi rumah sakit.

"Menyesal," ucapnya. (edi/c6/ai/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler