Curiga KPK Jerat Calon Kapolri Karena Abraham Tak Dipakai Jokowi

Kamis, 15 Januari 2015 – 06:11 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Ketua Umum Laskar Rakyat Jokowi (LRJ), Riano Oscha menduga ada dua hal yang mendasari KPK menjadikan calon Kapolri, Komjen (Pol) Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi. Menurut Riano, dua hal itu menyangkut kekecewaan Ketua KPK Abraham Samad.

Pertama adalah kekecewaan Abraham karena tidak menjadi calon wakil presiden pendamping Joko Widodo (Jokowi) pada pemilu presiden lalu. Yang kedua karena Presiden Jokowi tidak menunjuk Abraham sebagai jaksa agung.

BACA JUGA: Orang Istana Ini Kangen Foto Bawah Laut

"Saya menduga dua hal tersebut pemicu Abraham Samad menjerat Komjen Pol Budi Gunawan yang diusulkan Presiden Joko Widodo untuk menjadi Kapolri," kata Riano di Jakarta, Rabu (14/1).

Karena itu, Riano mengingatkan Abraham untuk mengundurkan diri dari KPK saja. Sebab, manuver Abraham itu berisiko bagi institusi KPK.

BACA JUGA: Honorer Pasti Gemes dengar Kabar Ini

"Kalau tidak, akan merusak nama baik institusi KPK. Karena Abraham Samad sudah menggunakan KPK sebagai alat untuk kepentingan pribadinya," tegas Riano.

Sedangkan Ketua Aliansi Nasionalis Nahdliyin (ANN), Marihot Siahaan meminta KPK agar lebih fokus dengan kasus-kasus yang sudah terlihat penyimpangannya. Menurutnya, jangan sampai lembaga antirasuah itu justru mencari-cari kesalahan orang sebelum mempunyai alat bukti yang kuat.

BACA JUGA: Di Senayan Budi Gunawan Panen Pujian dan Pelukan

“Jangan orang dijadikan tersangka dahulu, baru kemudian ditelusuri bahkan diada-adakan alat buktinya. KPK harus menggunakan kaidah-kaidah hukum, jangan sembarang menetapkan tersangka, sementara alat buktinya baru belakangan. Praktek ini harus dihentikan oleh KPK,” pinta Marihot.(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bahas Tata Kelola TKI, KPK Ajak 19 Kementerian/Lembaga Berdiskusi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler