Daerah Ini Berikan Uang Tunai Rp 1 Juta Bagi Warga yang Isoman

Jumat, 13 Agustus 2021 – 12:37 WIB
Warga yang isolasi mandiri mendapatkan uang tunai sebesar Rp 1 juta. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan pihaknya telah memberikan dana bantuan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19.

Dana bantuan tersebut diharapkan dapat menjamin kebutuhan sehari-hari selama menjalani isolasi mandiri (isoman) maupun isolasi terpadu.

BACA JUGA: IDI Ingatkan Bahaya Lain di Balik Status OTG, Wajib Melaporkan Kondisi

"Karena untuk bansos sudah diberikan pemerintah pusat, kami mengambil porsi yang lain yaitu kami berikan bantuan kepada masyarakat yang terpapar Covid-19. Rp 1 juta untuk yang isoman dan bagi mereka yang meninggal karena Covid-19 juga kami berikan Rp 3 juta," kata Ansar seperti dikutip dari siaran pers di Jakarta, Jumat (13/8).

Menurut Ansar, pemerintah kabupaten/kota juga memberikan santunan seperti di Kota Tanjung Pinang keluarga yang sedang menjalani isoman diberikan makan dua kali sehari.

BACA JUGA: IDI Beber Bahaya Melakukan Swab Test Antigen Sendiri

Masyarakat yang mungkin kurang mampu, baik yang terdata di DTKS maupun non-DTKS menggunakan skema SKTM dari lurah pun diberikan.

"Targetnya itu dari terkonfirmasi paling telat dua hari itu sudah dapat transfer supaya uang itu bisa dia gunakan selama dia masa isolasi. Ini juga salah satu strategi kami selain vaksin, bantuan ekonomi, dan 3T itu yang kita kejar dan alhamdulillah menurunnya (kasus Covid-19) sudah jauh sekali," kata Gubernur.

BACA JUGA: IDI Beberkan Syarat Agar Ibu Hamil Bisa Disuntik Vaksin Covid-19

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengingatkan seluruh daerah termasuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang sudah memiliki stok vaksin segera memberikannya kepada masyarakat.

Muhadjir juga menekankan kepada seluruh pemerintah kabupaten/kota agar segera mengambil vaksin yang ada di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kepri dan segera memanfaatkannya.

"Karena untuk Moderna itu harus kejar-kejaran, di samping waktunya yang terbatas, syarat penyimpanan pendinginannya juga sangat istimewa," tutur Menko PMK didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Muhadjir menilai penyimpanan vaksin di Gudang Farmasi Dinkes Provinsi Kepri sudah memenuhi standar. Dia menyebut, mulai dari suhu minimal -20 derajat celcius untuk vaksin Moderna hingga tempat penyimpanannya sudah sangat baik.

Tidak hanya vaksin, Menko PMK juga memastikan ketersediaan obat terutama untuk penanganan Covid-19 di Provinsi Kepri yang ada pada gudang farmasi tersebut.

Berdasarkan laporan, ketersediaan obat terapi Covid-19 masih belum memadai untuk gejala sedang sampai berat di puskesmas dan rumah sakit rujukan Covid-19.

Dari estimasi kebutuhan obat untuk 3 (tiga) bulan yakni Juli sampai September 2021 hanya terpenuhi 12,32 persen.

"Untuk obat ini juga harus dipastikan ketersediaannya. Jangan sampai kekurangan," tegas Muhadjir. (mcr10/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler