jpnn.com, SIDOARJO - Permasalahan terkait tunjangan hari raya (THR) masih belum tuntas.
Posko THR milik Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, misalnya, sudah menerima ratusan pengaduan soal THR.
Posko mencatat hingga akhir pekan ini telah menerima sekitar 487 orang yang mengadukan masalah THR secara tertulis.
Selain pengaduan secara tertulis, kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati, pihaknya juga menerima dari 13 orang yang berkonsultasi.
BACA JUGA: Sri Mulyani: Pemberian THR Mendorong Pemulihan Ekonomi
"Kami juga mencatat adanya laporan yang masuk berupa perselisihan hubungan industrial dalam tiga kasus yang melibatkan 64 orang," ujarnya di Sidoarjo, Sabtu (17/4).
Fenny mengatakan bahwa rata-rata pengadu mengadukan masalah penghitungan THR yang diberikan perusahaan kepada pekerja.
BACA JUGA: MenPAN-RB Sebut Hanya 15 Pihak yang Dapat THR & Gaji ke-13, Siapa Sajakah?
Selain itu, lanjut dia, ada juga pengaduan masalah teknis andai kata belum dibayarkan.
Fenny mengatakan pihaknya akan melanjutkan penanganan masalah tersebut sebagaimana ketentuan dan kewenangan yang ada.
"Laporan pengaduan yang masuk ditangani sebagaimana ketentuan dan kewenangan yang ada," katanya.
Ketua DPD SPSI Jawa Timur Ahmad Fauzi mengimbau seluruh perusahaan Jatim supaya membayarkan THR buruh minimal 10 hari atau sepekan sebelum hari H yaitu sebesar satu bulan gaji.
"Kalau ada perusahaan yang belum membayar THR maka silakan berkomunikasi dengan serikat pekerja yang ada di perusahaan tersebut. Karena ada perusahaan yang kesulitan untuk membayarkan THR kepada karyawannya," katanya. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi