Dahlan Iskan Ajak Siswa SMK Bikin Mesin Pelet

Untuk Kembangkan Kaliandra Merah

Minggu, 26 Oktober 2014 – 01:08 WIB

jpnn.com - MADIUN – Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan terus menggalakkan pengelolaan pohon kaliandra merah sebagai bahan baku energi alternatif.

Kemarin siang (25/10) Dahlan mengajak pelajar dan pembina SMK Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) 2 Takeran dan PSM 1 Kawedanan Magetan menggarap proyek mesin pembuat pelet kaliandra merah.

BACA JUGA: Pengamat Sebut Jokowi-JK Beda Sikap soal Unas

Dahlan meminta kepada tim terkait untuk membentuk struktur kelompok dan menyepakati sejumlah target yang bakal dilakukan.

Antara lain, mesin pelet dibuat untuk kapasitas 1 ton per jam. Untuk mewujudkannya, Dahlan membelikan alat-alat pendukung dalam waktu sepekan..

BACA JUGA: LKS untuk Buktikan Kompetensi SMK

Dahlan menegaskan, keinginannya untuk mengelola pohon kaliandra merah kian menguat setelah kini dirinya tak lagi menjabat sebagai menteri BUMN. Hal itu juga sebagai bentuk komitmennya untuk mengentaskan kemiskinan di daerah.  

‘’Nanti saya akan turun sendiri di seluruh daerah agar orang-orang miskin di pulau-pulau luar jawa menanam kaliandra. Sebab, pohon ini merupakan pohon energi sehingga umur setahun sudah bisa ditebang. Kayunya bisa diubah menjadi pelet, seperti arang, tetapi daya bakarnya luar biasa bagus,’’ tegasnya.

BACA JUGA: 1.951 Guru Madrasah Dapat Beasiswa

Menurut Dahlan, daerah-daerah di luar pulau Jawa yang ekonomi masyarakatnya masih lemah juga disebabkan karena faktor tanah yang tidak subur. Namun, kondisi tanah seperti apa pun tidak akan menjadi soal untuk menanam pohon kaliandra.

‘’Proses perawatannya pun relatif mudah karena pohon kaliandra bisa tumbuh sendiri setelah ditebang. ‘’Jadi sampai 20 tahun tidak perlu menanamnya lagi, setahun setelah ditebang akan tumbuh sendiri,’’ imbuhnya.

Dengan menggalakkan penanaman pohon kaliandra tersebut, secara otomatis bakal mengangkat taraf ekonomi masyarakat yang masih lemah tersebut.  

‘’Seperti di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) itu masyarakatnya banyak yang miskin karena tanahnya tidak subur. Tetapi nanti setelah kayu kaliandra dijadikan pelet mereka bisa mendapatkan penghasilan,” katanya.

Jika nanti penanaman pohon kaliandra di berbagai daerah sudah meluas hingga ratusan hektare, tentu diperlukan alat khusus untuk mengolahnya menjadi pelet. Karena itulah, Dahlan mengajak anak-anak SMK PSM 2 Takeran PSM 1 Kawedanan untuk membuat mesin produksi pelet tersebut.

‘’Mestinya itu tidak sulit, karena itu saya minta agar siswa SMK di PSM ini bisa memproduksi mesin pembuat kaliandra. Jika sudah selesai dibuat, nanti saya yang akan membeli mesinnya dan kita memerlukan dalam jumlah ratusan,’’ katanya.

Sebab selama ini, mesin pembuatan pelet masih impor dari Tiongkok. Padahal jika mau bersungguh-sungguh, mesin buatan dalam negeri tentu tidak kalah kualitasnya. (fin/JPNN/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tunjangan Guru Belum Cair, Rektor Mandek


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler