Dahlan Iskan di Ponpes Al Zaytun: Ucapan Assalamualaikum Tak Sebanyak Pekikan Merdeka

Selasa, 23 Mei 2023 – 08:47 WIB
Dahlan Iskan bersama Syekh Panji Gumilang di galangan kapal milik pendiri ponpes tersebut. Foto: Disway

jpnn.com, JAKARTA - Dahlan Iskan mengungkap salam khas di Pondok Pesantren Al Zaytun yang didirikan Syekh Panji Gumilang. Konon, ucapan assalamualaikum di sana tak sebanyak pekikan kata merdeka!

Hal itu diungkap kolumnis kondang itu setelah diajak Syekh Panji ke pesantren Al Zaytun beberapa hari lalu.

BACA JUGA: Inilah Nonmuslim di Saf Paling Depan saat Salat Idulfitri di Pesantren Al Zaytun

"KAMI tiba di kompleks Pesantren Al Zaytun sudah sangat gelap. Tetapi penjaga gerbang langsung tahu siapa yang datang," tulisan Dahlan, Disway edisi Senin (22/5).

Yang datang ialah Syekh Panji bersama Dahlan Iskan dengan mengendarai mobil pengasuh pesantren itu.

BACA JUGA: Bu Mega Mengkritik Polri, Arief Poyuono: Itu Bentuk Kasih Sayang

Dahlan menyebut mobil Syekh Panji Gumilang ini mencolok sekali. Bendera merah putih selalu berkibar di antena depan.

"Merdeka!" sambut para penjaga gerbang itu.

BACA JUGA: Soal Gibran Jadi Cawapres Prabowo, Andi Gani Punya Keyakinan Begini

"Merdeka!" jawab Syekh Panji.

Begitulah Dahlan menggambarkan suasana penyambutan Syekh Panji di pesantren yang berada di Indramayu tersebut.

Dahlan yang duduk di sebelah Syekh Panji mengaku masih agak canggung untuk ikut memekikkan 'merdeka', sehingga dia memilih tersenyum saja kepada para penjaga di gerbang tersebut itu.

"Tidak ada sambutan Assalamu'alaikum di situ. Pekikan "Medeka!" sudah menjadi salam sehari-hari. Termasuk antara santri dan guru," tulisan Dahlan.

Kalaupun tidak memekikkan 'Merdeka!' mereka saling melakukan 'hormat militer' dengan menempelkan telapak tangan terbuka di pinggir dahi.

Dengan gerakan itu sudah sama artinya dengan mengucapkan "Merdeka!". Tanpa pula harus berjabat tangan.

"Assalamu'alaikum masih sering terdengar. Jabat tangan masih sering juga terlihat, tetapi tidak sebanyak pekik Merdeka!" lanjut Dahlan.

Gerbang yang dilewati Dahlan bersama Syekh Panji untuk masuk ke Ponpes Al Zaytun itu merupakan pintu baru di sebelah utara.

Dulu, untuk masuk pesantren ini hanya bisa dari gerbang selatan. "Kelak akan ada dua gerbang lagi. Gerbang barat dan timur," demikian Dahlan mengutip ucapan Syekh Panji.

Malam itu Dahlan dan Syekh Panji memang datang dari arah utara. Mereka baru saja pulang dari arah pantai Samudera Biru bagian utara Indramayu.

Kalau harus masuk dari gerbang lama amatlah jauh. Harus melewati jalan memutar dengan selisih waktu sekitar setengah jam.

"Luas pesantren ini memang 1.300 hektare. Yang jadi kompleks bangunan saja 200 hektare. Gelap," tulisan Dahlan Iskan.

Tulisan lengkap Dahlan Iskan soal suasana di Pesantren Al Zaytun bisa dibaca pada kolom Disway atau pada tautan ini: Zaytun Ibrani.(fat/disway/jpnn.com)


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler