Seorang seismolog atau ahli gempa senior di Australia mengatakan, 8 gempa telah terdeteksi di Queensland sejak hari Kamis (30/7). Pada hari Sabtu (1/8) saja, gempa yang terjadi di negara bagian ini berkekuatan 5.7 SR atau sekuat 15 bom atom.

Ahli gempa senior di lembaga ‘Geoscience Australia’, Dan Jaksa, mengatakan, 3 dari gempa itu, yang semuanya terjadi di sekitar 120 kilometer arah timur Pulau Fraser, terdaftar sebagai gempa berkekuatan 5 skala richter (SR) atau lebih.

BACA JUGA: Mantan Wapres Boediono Tutup Rangkaian Peringatan 50 Tahun Indonesia Project di ANU

Ia mengatakan, setidaknya, 1 dari 4 gempa di hari Sabtu itu dirasakan oleh warga di antara wilayah Bundaberg dan Gold Coast.

"5 SR itu sama kuatnya dengan tes bom atom. 5,7 SR itu sekitar 15 kali lebih besar dari 5 SR, jadi itu seperti 15 ledakan atom dari energi," jelas Dan.

BACA JUGA: Berhubungan Seksual dengan Murid, Guru di Adelaide Dibui 10 Tahun


Sebanyak 8 gempa bumi telah terjadi di lepas pantai Pulau Fraser, Queensland, sejak Kamis (30/7). (Foto: Geoscience Australia)

Satu jam setelah gempa berkekuatan 5,7 SR itu terjadi, gempa susulan berkekuatan 5,1 SR melanda di tempat yang sama.

BACA JUGA: Sistem IT Bermasalah 600 Kasus Dugaan Pelecehan Anak Tidak Dilaporkan ke Polisi

Ada juga lima gempa lainnya yang berkekuatan 2,8-3,9 SR terjadi sejak Kamis (30/7).

Meskipun ada minat yang luas dan, dalam beberapa kasus, ada keprihatinan, Dan mengatakan, aktivitas lempeng di masa depan adalah "tak mungkin" diprediksi.

Ia mengatakan, ‘Geoscience Australia’ menerima lebih dari 3.000 laporan seputar tiga gempa berkekuatan 5 SR itu. Sejumlah warga terkejut karena merasakan getarannya.

"Banyak orang mengatakan kepada saya bahwa kami tak memiliki gempa bumi di Australia. Ada 400 atau 500 gempa bumi per tahun [di Australia], tapi mereka tak terjadi di dekat pemukiman atau mereka terjadi di laut,” jelas Dan.

Ia menyambung, "Kami memiliki satu gempa berpotensi tsunami rata-rata seminggu sekali, kami memiliki sekitar 70 gempa pada tahun lalu.”

Ia mengatakan, bisa jadi, akan ada lebih banyak gempa dalam seminggu terakhir, tapi mereka terlalu kecil untuk dideteksi.

"Kami tak mendeteksi semua gempa susulan yang kecil," utara Dan.

Ia menerangkan, "Kami tak bisa menganalisis mereka karena kami tidak bisa menemukan mereka, dan jika kami tidak dapat menemukan mereka, kami tak bisa mendapatkan besarannya karena intensitas dan amplitudo gelombang berkurang akibat jarak."

Dan mengatakan, kejadian apapun yang menghasilkan gelombang kejut seismik dianggap gempa bumi, dengan istilah "gempa susulan" mengacu pada gempa setelah "gempa besar".

Dan menyebut, Australia telah mengalami sejumlah kejadian di mana gempa bumi besar terjadi secara berurutan, yang paling terkenal terjadi di Tennant Creek pada tahun 1988, ketika tiga gempa bumi berkekuatan lebih dari 6 SR terjadi dalam waktu dua jam.

Ia mengatakan, gempa terjadi karena lempeng Australia, yang bergerak sebesar 7 sentimeter per tahun, bertabrakan dengan lempeng Pasifik, yang bergerak sebesar 11 sentimeter setiap tahun.

Dan mengungkapkan, wilayah lepas pantai Pulau Fraser merekam aktivitas paling seismik di Queensland, tapi masih berkategori tak aktif dalam standar dunia.

"Jika Jepang atau Selandia Baru adalah 10, Australia adalah 3. Wilayah Queensland itu adalah 1 atau 2 dibandingkan dengan Selandia Baru, sehingga ini cukup langka," tambahnya.

BACA ARTIKEL LAINNYA... 3 dari 5 Orang Obesitas di Australia Tidak Tahu Menguruskan Badan

Berita Terkait