Dampak Larangan Ekspor CPO Luar Biasa, Petani Sawit Bilang Begini

Selasa, 17 Mei 2022 – 18:46 WIB
Tanda Buah segar (TBS) kelapa sawit di Jambi. Foto: ANTARA/Nanang Mairiadi

jpnn.com, JAKARTA - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menilai kebijakan larangan ekspo crude palm oil (CPO) tidak efektif.

Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat ME Manurung mengatakan larangan ekspor CPO membuat petani sawit merugi.

BACA JUGA: Petani Sawit Sambat, Menemui Menteri Pertanian, Larangan Ekspor CPO Bakal Dicabut?

Menurut dia, para petani sawit sudah rugi hingga Rp 11,7 triliun akibat larangan ekspor CPO dan turunnangnya termasuk minyak goreng yang dikeluarkan pemerintah.

"Larangan itu berdampak langsung kepada anjloknya harga TBS (tandan buah segar) kelapa sawit di seluruh Indonesia, khususnya sentra perkebunan kelapa sawit," ujar Gulat, Selasa (17/5).

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Anjlok Dua Hari Beruntun, Jadi Sebegini

Gulat mengaku rugi Rp 11,7 triliun sampai akhir April, termasuk hilangnya potensi pendapatan negara melalui bea keluar, khususnya pungutan ekspor di mana sejak Februari sampai April sudah hilang Rp 3,5 triliun per bulannya.

Lebih lanjut, 25 persen dari 1.118 pabrik sawit se-Indonesia  sudah berhenti membeli TBS sawit petani.

BACA JUGA: Konon Larangan Ekspor CPO Bakal Lama, Tolong Perhatikan Petani Sawit!

Hal itu usai harga TBS petani yang anjlok 40-70 persen secara merata sejak larangan ekspor dari harga penetapan.

"Dampaknya luar biasa dan mengganggu sendi-sendi ekonomi petani sawit serta rantai ekonomi nasional," ucapnya.

Sebelumnya, permasalahan ini terjadi sejak adanya gangguan pasokan minyak goreng sawit domestik dan harganya yang tergolong mahal.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo mengambil kebijakan untuk melarang ekspor CPO dan bahan baku minyak goreng sawit.

Namun, kata Gulat, dampak larangan itu malah mempengaruhi petani sawit. (mcr28/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler