Dampak Moratorium CPNS, Terjadi Krisis Guru SD

Rabu, 09 November 2016 – 07:36 WIB
Siswa SD. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - KESAMBI - Kota Cirebon, Jawa Barat, diperkirakan akan mengalami krisis guru PNS SD.

Dampak kebijakan moratorium penerimaan CPNS, diperkiarakan hingga 2019 mendatang,  Kota Cirebon mengalami kekurangan sekitar 900 guru SD.

BACA JUGA: Menristek Sambut Positif Tanoto Foresty Information Center

Informasi yang diterima Radar Cirebon (Jawa Pos Group), hal itu berpotensi terjadi karena 2018 hingga 2019 mendatang akan banyak guru-guru PNS khususnya guru SD yang memasuki usia pensiun.

“Krisis guru SD bakal terjadi di kota Cirebon  karena mereka memasuki pensiun,” ujar sumber Radar Cirebon yang enggan namanya ditulis.

BACA JUGA: Ini Alasan Mendikbud Minta Terapkan 40 Jam di Sekolah

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Drs H Jaja Sulaeman MPd mengakui memang ada kekhawatiran 2-3 tahun mendatang Kota Cirebon akan mengaami krisis guru PNS khususnya guru SD.

Bahkan untuik tahun sekarang saja guru yang pensiun hinga 300 orang dan akan semakin bertembah hingga 2019.

BACA JUGA: Sekolahnya Ada, Muridnya Tidak Ada, Hanya Babi dan Anjing Berkeliaran

Hingga tahun 2019  yang pensiun diperkirakan mencapai 900 PNS guru, itu belum termasuk SMP dan SMA.

Padahal, saat ini saja di SD Negeri ada 3 orang guru PNS mengajar untuk 6 kelas. Penyebabnya karena 3 guru PNS lainnya sudah pensiun.

Akhirnya sekolah mengangkat guru honorer meskipun dari pusat pengangkataan honorer sebenarnya tidak diperbolehkan.  Akan tetapi kondisi sangat mendesak membutuhkan guru.

Risikonya, pihak sekolah bias kena masalah hukum jika honor dibayarkan dari dana BOS.

“Ini kondisi sulit bagi kepala sekolah, serba salah,” ujar Jaja Sulaeman. (abd/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... 90 Persen Bebas Buta Aksara


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler