Danpomdam Jaya Ungkap Kondisi Anggota TNI Saat Tusuk Mati Warga di Senen

Jumat, 09 Juni 2023 – 11:54 WIB
Komandan Pomdam Jaya Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar didampingi Komandan Denpom Jaya 2/Cijantung Letkol Cpm Pandi Rahana saat jumpa pers di Markas Denpom Jaya 2/Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (10/5/2023). ANTARA/Syaiful Hakim

jpnn.com, JAKARTA - Komandan Polisi Militer Kodam Jaya (Danpomdam Jaya) Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar mengatakan oknum TNI Pratu berinisial J sedang mabuk saat berselisih dengan seorang pengamen keliling berinisial D di kawasan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (8/6) dini hari.

Kolonel CPM Irsyad menjelaskan Pratu J (27) merupakan anggota TNI Angkatan Darat yang berdinas di Kodam 16 Pattimura atau Maluku.

BACA JUGA: Kronologi Anggota TNI AD Tusuk Mati Warga di Senen Gegara Masalah Sepele

"Motif perkelahian ini bisa diduga adalah kesalahpahaman karena memang kondisi dalam pengaruh alkohol atau mabuk," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Menurut Irsyad, Pratu J sedang ditugaskan oleh komandannya di Jakarta.

BACA JUGA: Pelaku Penusukan di Senen Anggota TNI AD Pratu J, Korbannya Tewas

Kemudian dia pergi ke Kota Tua bersama rekannya untuk meluangkan waktu, sambil minum-minum pada Rabu (7/6) malam.

"Saat ini, Prajurit Satu J sedang dalam pemeriksaan terkait peristiwa itu," katanya.

BACA JUGA: AKBP Aszhari Kurniawan: Tembak di Tempat Gerombolan Bermotor Membuat Onar

Terpisah, berdasarkan kronologi, kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin, petugas Polsek Senen yang sedang melakukan patroli di kawasan Senen menemukan adanya kerumunan orang dan di lokasi itu ada mayat bersimbah darah.

Di lokasi tersebut, polisi meminta keterangan dari rekan korban dan diketahui insiden penusukan terjadi karena cekcok dengan lima-enam orang yang sedang bersantai di Kota Tua.

Korban D bertemu dengan kelompok orang tersebut di Kota Tua.

Korban menyewakan sound system portable yang digunakan oleh sekelompok orang tersebut untuk bernyanyi di Kota Tua.

Sekitar pukul 05.00 WIB, mereka diingatkan untuk menyudahi kegiatan karena adzan Subuh sudah berkumandang.

"Kemudian ditagih uang sewa oleh korban, terus salah satu pelaku ambil uang dulu di ATM. Mereka kemudian bersama-sama naik motor ke ATM diikuti oleh korban, sampai Kramat Raya di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Komarudin.

Sesampainya di TKP, korban menyalip motor pelaku dan menanyakan alasan mereka tidak berhenti, mengingat sudah banyak ATM yang dilewati sejak dari Kota Tua.

Perselisihan pun terjadi hingga akhirnya D ditusuk oleh Pratu J. (antara/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Nafsu Terapis SPA Melihat Anak Perempuan WN Australia Tak Bisa Dibendung


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler