Danrem: Ini Menunjukkan PKI Ada di Sekitar Kita

Selasa, 21 Februari 2017 – 07:17 WIB
Kaus berlambang palu arit milik Nurul Azmi yang disita TNI AD di Desa Bengkel, Kecamatan Lombok Barat, belum lama ini. Foto: DIDIT/LOMBOK POST/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel (Inf) Farid Makruf geram menyikapi ditemukannya simbol palu arit yang menyerupai logo Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dia juga berharap aparat kepolisian mampu mengungkap dalang di balik menyebarnya lambang komunis di wilayah NTB.

BACA JUGA: TNI Tangkap WN Amerika Serikat Pakai Kaus Palu Arit

”Bagi saya, itu menunjukkan bahwa PKI itu ada di sekitar kita,” kata Farid, kemarin (20/2).

Farid mengatakan, akhir pekan lalu pihaknya menemukan dua kasus yang berkaitan dengan lambang komunis.

BACA JUGA: Beli Kaus Logo Palu Arit, Pakai ke Bandara, Ya Diciduk!

Satu kasus terjadi di wilayah Lombok Barat (Lobar), di mana terdapat seorang warga bernama Nurul Azmi, yang mengenakan baju berlambang palu arit. Kasus lainnya, ada di Lombok Tengah.

Menindaklanjuti kasus yang pertama, lanjut dia, pihaknya telah menyerahkan kepada aparat kepolisian untuk ditangani lebih lanjut. Guna mencari motif penggunaan kaus tersebut.

BACA JUGA: Pakai Kaus Palu Arit, Kernet Angkot Diciduk Intel Kodim

Sebabnya, menurut pengakuan Nurul, kaus tersebut telah ia miliki sejak enam bulan lalu. Namun baru ia pakai satu kali, saat diamankan Babinsa di wilayah Desa Bengkel.

”Sudah kita serahkan ke polisi, karena kewenangan kita hanya melakukan penahanan selama satu hari saja, setelah itu menjadi urusan kepolisian,” beber dia.

Farid berharap setelah dilakukan penyelidikan dan penyidikan, kepolisian bisa menemukan motif dari pelaku.

Apakah yang bersangkutan murni karena ketidaktahuan atau ada orang lain yang menggerakkan.

”Ini yang harus kita ketahui bersama, apa yang dicari dengan penggunaan kaus tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Farid menginginkan kasus ini tidak menguap begitu saja. Ini jika melihat tahun lalu, terdapat 11 kasus pemunculan simbol PKI di wilayah NTB. Namun, dari jumlah tersebut, tidak ada satu kasus yang memunculkan siapa penggeraknya.

”Jadi sekarang kami menunggu hasil penyidikan polisi seperti apa, ke mana rangkaian itu,” kata dia.

Apakah pemunculan simbol komunis untuk mengacaukan keamanan? Menangggapi ini, Farid enggan berspekulasi.

Dia masih menunggu fakta-fakta dari penyidikan yang dilakukan polisi. Terlepas dari itu, masifnya pemunculan simbol PKI membuat pihaknya meningkatkan kewaspadaan.

”Jelas kita harus waspada, jangan sampai kejadian dulu terulang lagi,” ujarnya, seperti diberitakan Lombok Post (Jawa Pos Group).

Sementara itu, Dirkrimum Polda NTB Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, pihaknya memberi perhatian khusus terhadap munculnya simbol PKI.

Sementara ini, polisi tengah menyelidiki motif dari penggunaan kaus berlambang palu arit milik Nurul Azmi.(dit/r2)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berkaus Palu Arit di Tengah Keramaian Malam Tahun Baru


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler