Dari War Room, TKN Jokowi Tangkal Manuver Provokator Politik

Minggu, 21 April 2019 – 23:57 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Foto: Boy/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin (TKN Jokowi - Ma'ruf) Hasto Kristiyanto mengungkapkan alasan pihaknya mendirikan War Room di Hotel Grand Melia, Jakarta. Menurut Hasto, War Room ini berguna untuk menangkal manuver pihak-pihak yang ingin mendeligitmiasi hasil Pemilu 2019.

"Mengapa ini kami rekomendasikan, karena ini untuk menghindari berbagai bentuk klaim-klaim secara sepihak yang bisa menciptakan keresahan baru dan mendorong pihak-pihak tertentu untuk melakukan provokasi politik," kata Hasto di Hotel Grand Melia, Minggu (21/4).

BACA JUGA: Kiai dan Santri Jatim Terus Bergerak Menularkan Semangat Rekonsiliasi

War Room ini akan mengumpulkan hasil penghitungan dari dokumen C1 di setiap TPS yang ada di Indonesia. Penghitungan akan diverifikasi dengan dokumen C1 yang sudah diteken oleh petugas KPPS dan para saksi.

"Karena itulah untuk menghindari kesimpangsiuran. TKN merekomendasikan kepada KPU untuk secepatnya meng-upload seluruh dokumen-dokumen C1 dan dinyatakan terbuka bagi publik. Dan kemudian Bawaslu melakukan fungsi pengawasan atas C1 yg di-upload," kata Hasto.

BACA JUGA: Sandiaga Mengaku Teler Banget akibat 12 Obat

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini mengingatkan bahwa Bawaslu adalah hasil desain dari parlemen untuk menjalankan fungsi pengawasan. Bawaslu, kata dia, juga memiliki bukti autentik terkait dengan dokumen C1 tersebut.

"Dengan menjadikan C1 sebagai dokumen publik yang dikeluarkan oleh KPU dan diawasi oleh Bawaslu, maka unsur-unsur transparansi, akuntabilitas dan juga peningkatkan kualitas pemilu itu dapat dilakukan oleh KPU," jelas Hasto. (tan/jpnn)

BACA JUGA: Analisis Mantan Ketua MK Setelah Pemilu Sisakan Klaim Kemenangan

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jokowi - Amin Unggul, Umbas: Ekspresi Rakyat tak Terbendung


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler