Darmizal: Semua Berlomba Bantu Palestina tetapi Korban Teroris MIT di Poso Sepi Perhatian

Jumat, 21 Mei 2021 – 23:52 WIB
Ketua Umum Relawan Jokowi atau ReJO HM Darmizal MS. Foto: Dok. ReJO

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Relawan Jokowi alias ReJO HM Darmizal MS menilai pembantaian yang dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berafiliasi dengan ISIS di Pegunungan Pohu, Desa Klimago, Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (11/5/2021) adalah perbuatan biadab dan tidak berprikemanusiaan.

Kadar biadabnya, lanjut Darmzial, mirip dengan kekejian Israel yang membantai warga Palestina. Oleh karena itu, kita jangan sampai lengah dan mengabaikan kejadian dalam negeri serta over reaktif terhadap konflik Israel-Palestina.

BACA JUGA: Kiai Maman: Hentikan Kejahatan Kemanusiaan di Palestina, Yaman hingga Poso

“Sejatinya, soal pembantaian di Poso ini juga harus menjadi perhatian utama kita,” ujar Darmizal  dalam siaran pers pada Jumat (21/5).

Sebelumnya, teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang berafiliasi dengan ISIS ini telah membunuh empat orang petani. Keempat jenazah ditemukan dalam keadaan kepala terpenggal.

BACA JUGA: Brigjen Rusdi: Satgas Madago Raya Sudah Mendeteksi Lokasi MIT Poso

Menurut Darmizal, alih-alih merasakan duka sebagai sesama anak bangsa, peristiwa pembantaian di Poso ini sangat sepi dari perhatian. Di sisi lain banyak warga negara, politisi bahkan pemerintah berlomba-lomba bersuara dan mengulurkan bantuan untuk peristiwa yang sangat jauh terjadi di Palestina.

“Kejadian di Poso tersebut sangat mengerikan. Ini adalah tragedi kemanusiaan. Di mana empat warga yang tidak bersalah dipenggal kepalanya oleh kelompok teroris MIT. Namun, nyaris tidak ada perhatian dari sesama anak bangsa. Bahkan suara untuk mengecam MIT juga tidak terdengar,” ungkap Darmizal.

BACA JUGA: Jokowi Diminta Jangan Biarkan Poso Jadi Ladang Pembantaian Nyawa Manusia

Dia menilai saat ini banyak pihak sedang sibuk dan berlomba-lomba memamerkan dukungan bagi Palestina. Termasuk dengan aksi penggalangan dana dengan alasan kemanusiaan. Sedangkan tindakan keji di Poso sepi perhatian. Bagi Darmizal, hal ini adalah sesuatu yang sangat memprihatinkan.

“Lihatlah di negeri sendiri, peristiwa yang sangat keji terjadi, tidak ada yang menyerukan perlawanan terhadap MIT. Tidak ada yang menggalang dana untuk keluarga korban pembantaian. Rasa empati sudah hilang," ujar Darmizal.

Pria asal Sumatera Barat ini meyakini pemerintah dan aparat terkait seperti polisi dan BNPT segera mengambil sikap tegas terhadap krisis kemanusiaan di Poso. Perbuatan semena-mena dan keji tak bisa dibiarkan dalam kondisi apapun.

Presiden Jokowi pasti sangat geram terhadap peristiwa ini sebagaimana geramnya Presiden terhadap peristiwa yang terjadi di Israel dan Palestina.

“Saya sangat bersepakat bahwa pelanggaran HAM di Palestina harus dihentikan dan Palestina hidup merdeka di tanah mereka. Namun, tentu akan lebih lebih tepat, jika kita bereskan dulu urusan dalam negeri. Jangan sampai warga negara sendiri dibantai dengan keji dan tidak mendapat perhatian, tetapi justru memberikan bantuan kepada pihak lain yang sangat jauh,” kata Darmizal.(fri/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler