Data 26 Juta Anggota Polri Dibobol Hacker? Respons Irjen Dedi Tegas

Kamis, 22 September 2022 – 22:34 WIB
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo. ANTARA/Laily Rahmawaty/am.

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo membantah adanya informasi kebocoran data 26 juta dokumen diduga milik anggota polisi.

Menurut Dedi, informasi itu hanya hoaks semata.

BACA JUGA: Johan Budi Soroti Pentingnya Pembaruan Data Kepesertaan Program Jamkestama

"Hoaks," kata Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (22/9).

Jenderal bintang dua itu mengatakan saat ini dugaan kebocoran data tersebut ditangani Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

BACA JUGA: Sadig: UU PDP Solusi Keamanan Data Pribadi

"Ditsiber akan dalami," ujar Dedi.

Diketahui, dugaan kebocoran data itu bermula dari situs breached.to, halaman yang disebut sebagai forum para peretas.

BACA JUGA: Terkait Data BSU, BPJamsostek Imbau Pekerja Gunakan Kanal Resmi

Pada situs tersebut, salah satu akun anonim bernama Meki membuat sebuah utas atau thread berjudul '26M DATABASE NATIONAL POLICE IDENTITY OF INDONESIA REPUBLIC'.

Dia mengeklaim memiliki dokumen penting berisi semua data keanggotaan Polri di seluruh Indonesia.

Dokumen itu juga dilengkapi logo Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

"Polri telah menghabiskan banyak uang hanya untuk membangun server atau website sederhana (karena mereka tidak peduli dengan kerentanan pada website yang mereka kelola) dan kali ini saya berniat untuk menjual data valid dan dokumen penting dengan harga yang terjangkau. Karena polisi di Indonesia tidak lagi di jalur yang benar, tetapi sering mempersulit dan menjatuhkan orang miskin," tulis anonim dalam halaman tersebut yang telah diterjemahkan dari bahasa Inggris ke Indonesia.

Adapun data itu disebut dijual oleh akun anonim tersebut seharga USD 2.000 atau setara sekitar Rp 30 juta. (cr3/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Fransiskus Adryanto Pratama

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler