Data Inflasi AS Menguntungkan Rupiah, Menyingkirkan Sementara Isu Tapering Off

Kamis, 12 Agustus 2021 – 11:17 WIB
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra pergerakan rupiah berpotensi melanjutkan penguatan pada Kamis (12/8). Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat pasar uang Ariston Tjendra pergerakan rupiah berpotensi melanjutkan penguatan pada Kamis (12/8).

Nilai tukar (kurs) rupiah hari ini menguat 3 poin atau 0,02 persen ke posisi Rp 14.380 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.383 per USD.

BACA JUGA: Isu Tapering Off The Fed Tak Bisa Dianggap Remeh, Coba Lihat Kurs Rupiah Senin

"Rupiah mungkin bisa menguat terhadap USD hari ini setelah data indikator inflasi AS, indeks harga konsumen, semalam menunjukkan kenaikan inflasi tidak setinggi ekspektasi semula," kata Ariston saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Ariston menyebut Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan indeks harga konsumen (IHK) Juli meningkat 0,5 persen secara bulanan (mom). Angka itu meningkat dibandingkan data Juni 0,9 persen (mom) dan merupakan penurunan terbesar inflasi dalam 15 bulan.

BACA JUGA: Kurs Rupiah Mulai Digoyang Isu Tapering Off The Fed, Nih Buktinya...

"Hasil data tersebut menyingkirkan sementara isu tapering atau pengetatan moneter sehingga USD melemah terhadap nilai tukar lainnya," ujar Ariston.

Meskipun demikian, lanjutnya, tingkat inflasi di AS masih tinggi di kisaran lima persen, di atas target The Fed di kisaran dua persen.

Menurut Ariston, isu tapering berpeluang kembali lagi bila data-data ekonomi AS terus menunjukkan perbaikan di tengah pandemi.

"Di sisi lain, kekhawatiran pasar terhadap pandemi masih berpeluang menahan penguatan nilai tukar aset berisiko," katanya.

Terkait pandemi, jumlah kasus harian Covid-19 di tanah air pada Rabu (11/8/2021) mencapai 30.625 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 3,75 juta kasus.

Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 bertambah 1.579 kasus sehingga totalnya mencapai 112.198 kasus.

Sementara itu, sebanyak 3,21 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif Covid-19 mencapai 426.170 kasus.

Ariston mengatakan rupiah hari ini berpotensi menguat ke area Rp 14.350 per USD dengan potensi resisten di kisaran Rp 14.440 per USD.

Pada Selasa (10/8/2021) lalu, rupiah ditutup terkoreksi 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp 14.383 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.363 per USD. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler