Kurs Rupiah Mulai Digoyang Isu Tapering Off The Fed, Nih Buktinya...

Jumat, 06 Agustus 2021 – 20:15 WIB
Nilai tukar (kurs) rupiah digoyang isu tapering off The Fed. Foto: dok.JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan rupiah terpengaruh sinyal pengurangan stimulus atau tapering off oleh bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed).

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap USD yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore (6/8) ditutup terkoreksi 10 poin atau 0,07 persen.

BACA JUGA: Ekonom Cium Gelagat Kuat Tapering Off The Fed Terjadi 2022, Bisa Gawat!

Rupiah anjlok ke posisi Rp 14.353 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 14.343 per USD.

"Sebagaimana pengalaman beberapa tahun lalu, tapering off mendorong penguatan USD dan menekan rupiah cukup dalam," ujar Ariston di Jakarta, Jumat.

BACA JUGA: Ngeri! Ini yang Akan Terjadi Jika Tapering Off The Fed Terlaksana 2022

Ariston menjelaskan Wakil Gubernur The Fed Richard Clarida sebelumnya mengatakan bank sentral berada di jalur untuk memulai kenaikan suku bunga pada 2023 dengan kemungkinan pengumuman bertahap akhir tahun ini.

Richard bahkan memberikan sinyal pengurangan pembelian obligasi pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Semua tergantung bagaimana data tenaga kerja Negeri Paman Sam dalam beberapa bulan ke depan.

BACA JUGA: Ketua Banggar DPR RI Khawatir soal Tapering Off The Fed, Pemerintah Coba Dengar Ini

Sementara itu, lanjut Ariston, dari domestik rupiah dipengaruhi pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 yang positif 7,07 persen.

Namun, tidak cukup untuk menopang penguatan rupiah.

"Mengenai PDB kuartal dua, tentu ini merupakan faktor positif tapi pasar juga mungkin sudah berekspektasi pertumbuhan kuartal ke-3 akan buruk karena pembatasan PPKM," kata Ariston.

Selain itu, lanjut Ariston, kenaikan jumlah kasus baru Covid-19 di dunia dan juga di Indonesia yang masih terjadi karena varian delta, masih menjadi kekhawatiran pasar.

Jumlah kasus harian Covid-19 di tanah air pada Kamis (5/8) kemarin mencapai 35.764 kasus baru sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 3,56 juta kasus.

Sementara jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 masih tinggi yaitu bertambah 1.739 kasus sehingga totalnya mencapai 102.250 kasus. Kendati demikian, sebanyak 2,94 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif Covid-19 sehingga total kasus aktif mencapai 518.310 kasus.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 14.363 per USD. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 14.353 per USD hingga Rp 14.250 per USD. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler