Data Terkini Nilai Ekspor, Pengusaha Minyak Sawit Bisa Kaya Mendadak Nih!

Jumat, 08 Oktober 2021 – 20:55 WIB
Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Mukti Sardjono membeberkan data nilai ekspor minyak kelapa sawit terkini. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Mukti Sardjono membeberkan data nilai ekspor minyak kelapa sawit terkini.

Dia memerinci nilai ekspor produk minyak sawit Agustus 2021 mencapai USD 4,42 miliar, melonjak USD 1,6 miliar dari ekspor Juli.

BACA JUGA: Hore! Harga TBS Sawit Naik Lagi Pekan Ini

Pasalnya, ada kenaikan ekspor ke beberapa negara tujuan ekspor utama produk kelapa sawit.

Menurut dia, hal ini didukung juga oleh kenaikan volume ekspor sebesar 1,532 juta ton dari Juli menjadi total 4,274 juta ton.

BACA JUGA: Mantap Harga TBS Sawit Masih Menanjak, Moncer Terus

"Ada kenaikan harga rata-rata minyak kelapa sawit mentah (CPO) sebesar USD 102 per ton dari Juli menjadi USD 1.226 per ton CIF Roterdam," kata dia.

Mukti juga mengatakan lonjakan kenaikan ekspor rerata terjadi di beberapa negara tujuan ekspor utama produk kelapa sawit.

BACA JUGA: Sultan DPD RI Dorong Pemerintah Kembangkan Intensifikasi Sawit

Misalkan, ekspor ke India melonjak menjadi 958,5 ribu ton dari 231,2 ribu ton pada Juli.

"Lonjakan karena penurunan pajak impor di India dari 15 persen menjadi 10 persen untuk minyak sawit dan minyak nabati lainnya yang berlaku akhir 30 Juni sampai 30 September 2021," beber dia.

Demikian juga Ekspor ke China naik signifikan sebesar 297 ribu ton menjadi 819,2 ribu ton.

"Atau 32,6 persen lebih tinggi dari bulan Juli sebesar 522,2 ribu ton," kata dia.

Mukti menyebut ekspor ke Afrika naik cukup besar dengan kenaikan terbesar ke Kenya bertambah 118 ribu ton, dan ke Mesir naik 40,5 ribu ton dan eksor ke Malaysia naik 102 persen atau 97 ribu ton dari 95,1 ribu ton menjadi 192,1 ribu ton.

Kendati demikian, ekspor ke Uni Eropa turun 9,21 persen.

"Tetapi, ada kenaikan di ekspor ke Belanda naik 30,7 ribu ton menjadi 203,0 ribu ton atau naik 48 persen dari ekspor bulan Juli sebesar 172,3 ribu ton," ungkapnya.

Mukti menganalisa adanya konsumsi dalam negeri pada Agustus relatif sama dengan Juli yaitu 1.465 ribu ton pada Agustus berbanding 1.444 ribu ton pada Juli.

Menurut Mukti juga, konsumsi untuk pangan naik sedikit menjadi 718 ribu ton di Agustus berbanding 708 ribu ton di Juli.

"Untuk oleokimia 178 ribu ton pada Agustus berbanding 180 ribu ton di Juli dan untuk biodiesel 569 ribu ton pada Agustus berbanding 556 ribu ton di Juli," ujar Mukti.

Produksi CPO pada Agustus sebesar 4.218 ribu ton dan PKO sebesar 400 ribu ton atau sekitar 4 persen lebih tinggi dari produksi Juli.

"Pencapaian kinerja ekspor, konsumsi, dan produksi, stok akhir Agustus adalah 3.433 ribu ton atau sekitar 1,1 juta ton lebih rendah dari Juli," tegas Mukti. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler