Datang Bawa AK-47, Lalu Bilang..Kepala Kalian akan Hilang, DOR!

Selasa, 23 Agustus 2016 – 05:57 WIB
Ilustrasi. Foto: pixabay

jpnn.com - JAYAPURA - Insiden penembakan yang melibatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali terjadi di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

Empat orang KKB yang diduga dari kelompok Yamdua menembak mati seorang operator alat berat PT. As Jaya bernama Simon (36), di Kampung Kome, Distrik Melageneri, Kabupaten Lanny Jaya, Senin (22/8) sekitar pukul 12.30 WIT. 

BACA JUGA: PNS Gantung Diri di Ruang Kerja, Tinggalkan Surat Wasiat, Isinya Mengejutkan!

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Patrige mengatakan, para pelaku datang ke lokasi dengan membawa dua senjata laras panjang yaitu jenis SS2-V1 dan AK-47. “Korban adalah salah satu operator alat berat. Korban tertembak di kepala dan dada ketika mengoperasikan alat berat dalam pengerjaan jalan di Kampung Kome sekitar pukul 12.30 WIT. Korban langsung tewas di tempat,” ungkap Patrige saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (22/8). 

Korban disemayamkan di Rumah Sakit Umum Daerah Lanny Jaya dan akan dievakuasi ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya. 

BACA JUGA: Wali Kota Ganteng Ini Bilang, Banyak Perempuan PNS Minta Cerai karena...Wow!

Tentang kronologisnya, Patrige mengatakan, sekitar pukul 12.30, empat orang pelaku mendatangi camp PT. As Jaya, kemudian mengumpulkan seluruh pekerja. “Setelah seluruh pekerja kumpul, salah satu pelaku berkata hari ini kepala kalian akan hilang. Setelah itu pelaku menembak korban dari jarak dekat di bagian kepala dan dada,” tuturnya.

Patrige mengatakan, dari keterangan beberapa saksi diperoleh informasi bahwa pelaku penembakan baru keluar dari lembaga pemasyarakatan. Pelaku ditangkap dan diproses hukum karena sering memberikan informasi kepada KKB tentang aparat keamanan yang ada di Distrik Lanny Jaya. 

BACA JUGA: Kompleks Olahraga Bertaraf Internasional di Mimika Segera Diresmikan

“Pelaku diduga sakit hati dan setelah keluar dari penjara meminta bantuan KKB untuk melakukan balas dendam. Namun korban yang ditembak pelaku merupakan orang baru. Pelaku melihat korban wajahnya mirip dengan orang yang melaporkan dan memberikan informasi kepada polisi tentang kelompok OTK,” tambah Patrige.

Untuk mencegah terjadinya aksi serupa, seluruh pekerja PT. As Jaya yang berada di camp menurut Patrige sudah diungsikan ke Tiom. “Saat ini, 15 persenel Brimob Polda Papua bersama Polres Lanny Jaya yang didukung anggota TNI melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan,” pungkasnya. 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lanny Jaya Christian Sohilait ketika dihubungi via telepon seluler menyesalkan terjadinya penembakan. “PT As Jaya membuka jalan dari Distrik Melageneri ke Distrik Kuyawage selama beberapa tahun ini. Tindakan ini bisa menghambat pembangunan infrastruktur jalan di Lanny Jaya,” tutur Sohilait. (jo/gin/lay/nat/adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 2 Napi yang Kabur dari Lapas Abepura Ditangkap, 1 Terpaksa Ditembak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler