Daya Gebrak Irjen Iqbal di NTB, Pemimpin Humanis Serba Gotong Royong

Minggu, 26 Desember 2021 – 21:44 WIB
Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal bersama Danrem Wira Bhakti Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani. Dokpri

jpnn.com, JAKARTA - "Together we are strong." Itulah kalimat yang selalu disuarakan sekaligus menjadi prinsip Irjen Mohammad Iqbal ketika menjalani tugas.

Kalimat yang memiliki konsep kegotongroyongan itu menjadi senjata ampuh di mana pun Iqbal berada.

BACA JUGA: Irjen Iqbal: Jangan Sekali-kali Menyakiti Hati Masyarakat

Begitu pula saat memimpin Polda NTB. Konsekuensi dari prinsip itulah yang membuat banyak pihak merasa kehilangan.

Sejumlah capaian berhasil diraih Iqbal selama menakhodai Polda NTB.

BACA JUGA: Soal Kabar Wanita Pemandu Lagu Meninggal di Losmen, AKP Archye Angkat Suara, Ternyata

Sebut saja penanganan pandemi Covid-19, percepatan vaksinasi, pembebasan lahan Sirkuit Mandalika, hingga pelaksanaan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) dan World Superbike (WSBK).

Belum lagi reformasi birokrasi hingga penataan infrastruktur, pelayanan, dan pendisiplinan anggota di Polda NTB.

BACA JUGA: Ada Wanita Muda Berjilbab di Antara Puluhan Tersangka, Kasusnya Besar

"Saya menyadari menjalani tugas kepolisian tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi adalah kunci untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat," kata Iqbal kepada JPNN.

"Begitu juga dengan menjalankan program-program pemerintah pusat dan pemerintah daerah, semuanya butuh gotong royong dari berbagai elemen dan masyarakat."

Contohnya, pelaksaan vaksinasi yang begitu kencang.

Saat ini, vaksinasi dosis pertama di NTB per Jumat (24/12) mencapai 3.022.196 atau 77,8 persen, sedangkan dosis kedua 2.000.558 atau 51,16 persen.

Capaian itu untuk provinsi di luar Jawa-Bali tergolong sangat tinggi.

Mengingat politik vaksin pemerintah mengutamakan Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Inspektur Jenderal berlatar belakang lalu lintas itu meramu formula untuk mengejar target vaksinasi.

Memang tak mudah. Namun, jalan itu harus dilewati demi terciptanya kekebalan komunal.

Pada 20 September 2021, NTB tercatat masih berada 20 persen vaksinasi untuk Lombok Tengah.

Padahal, Lombok Tengah dituntut memenuhi syarat 70 persen vaksinasi minimal dosis pertama agar bisa melaksanakan WSBK pada 19-21 November.

Tantangan lainnya, stok vaksin pada saat itu belum turun dari pusat. Jalan terjal inilah, yang akhirnya membuat Iqbal harus bekerja keras dan menjalin kolaborasi dengan seluruh pihak terkait.

Polda NTB membentuk Batalion Vaksinasi yang berisi tenaga kesehatan dari Pemda, polisi, dan TNI. Sukarelawan juga dilibatkan di dalamnya.

Episentrum vaksinasi digencarkan di Lombok Tengah dengan harapan seluruh kabupaten atau kota lainnya mengikuti.

Di sisi lain, Iqbal langsung memantau setiap hari. Bahkan, terjun langsung ke lapangan.

Mantan Kadiv Humas Polri itu juga menggelar apel pasukan yang melibatkan TNI, pemda, dan sukarelawan.

Dia mengetahui untuk mempercepat vaksinasi, pejabat dari TNI dan Polri harus turun ke lapangan.

Iqbal lalu membentuk Satgas Kombes yang berkantor ke Polsek-Polsek di Lombok Tengah.

Dengan begitu, manajemen dan pengelolaan vaksinasi bisa cepat dan terpantau secara optimal.

Target harian vaksinasi di Lombok Tengah pun ditingkatkan agar ketika pelaksanaan WSBK, syarat 70 persen bisa tercapai.

Iqbal memasang target 40.018 vaksinasi per hari. Iqbal berniat target 70 persen itu akan diserahkan kepada TNI yang berulang tahun pada Oktober.

"Saya perintahkan para pejabat utama Polda NTB dan Kapolres ini untuk mengejar target. Kalau mereka tidak sanggup, jabatan taruhannya. Namun, saya yakin mereka memiliki kemampuan manajemen yang kuat," kata Iqbal.

Upaya jemput bola juga dilakukan. Tak menutup mata, masyarakat di daerah dan perkampungan biasanya malas untuk vaksinasi Covid-19. Apalagi lokasi vaksinasi jauh dari kediaman mereka.

Iqbal pun memerintahkan seluruh anggotanya untuk mengerahkan kendaraan dan menjemput serta memulangkan masyarakat di pelosok desa.

Anggota Brimob dengan kendaraan trailnya menjemput warga di pegunungan. Bus, mobil pick up, hingga kendaraan dinas juga dikerahkan.

Bukan hanya itu, kelompok ulama dan mahasiswa digandeng. Pondok pesantren dan kampus-kampus menjadi sasaran vaksinasi.

Dengan begitu, masyarakat lainnya akan mengikuti. Masyarakat yang awalnya ogah divaksin, akhirnya terdorong untuk vaksin.

Modal sosial itulah yang membuat vaksinasi di Bumi Seribu Masjid itu makin kencang.

Hasilnya berbuah manis. Cukup 15 hari, NTB berhasil mengejar target 70 persen atau 713.828 dosis vaksinasi di Lombok Tengah.

Tepat pada HUT Ke-76 TNI pada 5 Oktober, kado indah itu diberikan Iqbal kepada abang kandung institusi Polri itu.

Sepanjang proses vaksinasi itu, Iqbal juga menemukan masalah lagi mengenai pendataan. Hal ini memang teknis.

Namun, apabila dibiarkan akan menjadi bom waktu.

Masalah itu ialah perbedaan data vaksinasi antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan daerah.

Data di daerah tercatat sudah tinggi, tetapi di Kemenkes masih rendah. Hal ini pun berimbas pada stok vaksin.

Tak habis akal, eks Wakapolda Jawa Timur itu membuat satu unit kerja untuk melancarkan pendataan vaksin itu.

Lahirlah Batalion P-Care. Tugasnya hanya mendata jumlah vaksinasi secara manual dari pelosok desa yang memiliki akses terbatas, seperti kendala jaringan internet, berada di kepulauan, hingga pegunungan. Data itu dihimpun lalu dikirimkan ke Kemenkes.

Sebelum percepatan vaksinasi ini, Iqbal juga sudah mengadakan Kampung Sehat.

Program itu sebagai pemulus masyarakat agar bersaing dengan desa lainnya dalam rangka taat protokol kesehatan, vaksinasi, hingga kemandirian ekonomi.

Dengan lomba itu, masyarakat terlibat aktif bahu membahu agar kasus Covid-19 di wilayah masing-masing rendah.

Program tersebut tergolong sukses, mengingat zonasi Covid-19 di NTB memiliki zona merah yang sedikit sepanjang pandemi.

Kampung Sehat ini pun digelar kembali sebagai jilid kedua.

Namun, puncak ujian Iqbal ialah gelaran WSBK. Pada momen itu, akan terjawab apakah semua ikhtiar yang dilaksanakan pria kelahiran Palembang itu berbuah manis atau pahit.

Meskipun sebelum pelaksanaan WSBK, Indonesia digegerkan kecaman Ducati karena "video unboxing". Namun, hal itu terjadi di luar kontrol Polda NTB.

Terlepas dari polemik itu, Presiden Joko Widodo sampai datang ke Sirkuit Mandalika untuk meresmikan aspal balap yang dimodali Pertamina.

Pria yang beken disapa Jokowi itu bahkan membawa motor costum-nya berwarna hijau.

Di tengah aspal yang baru diguyur hujan, Mantan Wali Kota Solo itu memacu kendaraannya.

Selama pelaksanaan WSBK, baik pengaturan protokol kesehatan, lalu lintas orang, hingga keamanan, dijaga betul.

Lagi-lagi, Iqbal melibatkan seluruh pihak. Kerja keras yang ditanam akhirnya memanen buah yang baik pula.

Gelaran internasional itu berlangsung lancar, terutama sisi keamanan dan pencegahan penularan Covid-19.

Tidak ada klaster Corona. Hanya satu gangguan keamanan yang terjadi, yaitu aksi pencopet jaringan internasional.

Komplotan pencuri ini memang bekerja secara teroganisasi, bahkan mereka sudah terbiasa mencopet di berbagai kegiatan internasional yang diselenggarakan beberapa negara.

Bagai gading yang tak retak, begitu pula ikhtiar, selalu menemui masalahnya.

Namun, jajaran Polda NTB dan pihak lainnya telah berusaha sekuat tenaga sehingga masalah yang dihadapi berada dalam kontrol.

Di penghujung masa jabatannya sebagai Kapolda NTB, Iqbal lagi-lagi mendapatkan penghargaan dari Pendiri Kelompok Cipayung Akbar Tanjung.

Iqbal dianggap sebagai Kapolda yang dekat dengan aktivis.

Memang, beberapa kali Iqbal selalu mendengarkan aspirasi para mahasiswa dengan bertemu langsung.

Tak sampai di situ, terakhir kepemimpinan Iqbal di NTB mendapatkan predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Dua satker dan satu Polres, yakni Dit Intelkam, Dit Narkoba, dan Polres Sumbawa Barat menerima predikat itu.

Iqbal merasa prestasi itu bukan keberhasilannya sendiri.

"Ini adalah kerja sama tim," pungkas dia.

Kerja sama yang dibangun Iqbal juga terasa oleh para kepala daerah di NTB, bahkan ada juga yang merasa kehilangan Iqbal yang akan bertugas di Bumi Lancang Kuning.

Satu tahun tujuh bulan bukan waktu yang singkat untuk mengukir memori terhadap seseorang.

"Kami merasa kehilangan seorang sosok dan tokoh yang begitu humanis. Selamat jalan Pak Jenderal, doa tulus dari kami menyertai Pak Jenderal. Selamat bertugas di tempat baru ini," ucap Bupati Bima Indah Damayanti Putri ketika bersilaturahmi bersama Pemda dan tokoh masyarakat, Kamis (23/12).

Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah juga merasa kehilangan seorang tokoh penting.

Mahmud mengenal Iqbal dekat dengan semua kalangan, baik dengan Pemda, tokoh masyarakat, hingga pemuda.

Bupati Dompu Abdul Kadir Jaelani juga merasa kehilangan sosok Iqbal yang humanis, tegas, dan penuh cinta kasih pada seluruh warga NTB.

"Kami berdoa Kapolda kami segera dipromosikan menjadi jenderal penuh," ucapnya.

Kini, Iqbal sedang menunggu untuk dilantik Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolda Riau.

Dia merasakan Riau bukan wilayah asing bagi dirinya. Iqbal pernah bertugas di Riau selama lima tahun ketika lulus dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2000. (tan/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Detik-Detik Penyelamatan 3 Wanita yang Disekap di Kafe, Menegangkan!


Redaktur : Rasyid Ridha
Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler