Demi Album "Hewan", Setahun Personel Sajama Tidur di Studio

Selasa, 05 Oktober 2010 – 18:41 WIB
Personel Sajama Cut.

JAKARTA - Band Sajama Cut mengumumkan album ketiganya bertajuk ManimalAlbum band asal Jakarta itu berisi delapan lagu

BACA JUGA: Bamsoet Resmikan Studio Rekaman Musik Internasional di Ambon

Sebelumnya, Sajama Cut sudah meluncurkan album Apologia (2002) dan The Osaka Journals (2005)
Selama setahun, personel Sajama Cut mengurung diri di studio selama proses perekaman album yang berkisah tentang pahlawan berlambang hewan itu.

Personel Sajama Cut yang terdiri dari Marcel Thee (vokal, gitar), Dion Panlima Reza (gitar), Andre Humala (kibord, synthetizer, perkusi), Randy Apriza Akbar (Bass), Hans Citra Patria (kibord, perkusi), dan Banu Satrio (drum), berusaha keras melahirkan album ketiganya di studio Movement.

“Proses pembuatan album ini selama setahun

BACA JUGA: Label Rekaman Belanda Bidik Produser Musik Elektronik Indonesia

Semua personel mengurung diri di studio untuk melahirkan album ini
Mudah-mudahan harapan penggemar bisa terpenuhi," kata manajemen Sajama Cut, Rendy Alimudin kepada JPNN, Selasa (5/10)

BACA JUGA: Dua Sisi Musik Digital, Petualangan Baru Bagi Industri Tanah Air



Dia mengatakan, title album itu diambil dari serial TV 80’an, mengenai seorang pahlawan yang dapat mentransformasikan dirinya menjadi berbagai macam hewan untuk menghadapi musuh-musuhnya.

Vokalis Sajama Cut, Marcel Thee, menyebutkan, delapan lagu dalam album ini menunjukkan variasi musikCiri khas lagu-lagu Sajama Cut terdiri dari folk, rock, sunshine & baroque pop, ambient, dan pelbagai influence lainnya“Kami tidak pernah mematok genre laguKami lebih ingin memberi kebebasan kepada pendengar tentang jenis musik iniMakanya, silahkan dengar lalu nikmati dan beri komentar,” ujar Rendy.

Sekadar diketahui, lagu-lagu Manimal dilansir oleh The Bronze Medal Recording Company, dengan distribusi dari DemajorsTracklist Manimal yaitu Paintings/Pantings, Untitled #4, Twice (Rung the Ladder), Hunted Lights, Speak in Tongues, The Hong Kong Cinema, Whores of the Orient, dan Street Haunts.(gus/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Film Dokumenter Tentang Festival Musik Forestra Akhirnya Dirilis


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler