Demi Jokowi, Menteri Sudirman Gandeng AS Garap Proyek Listrik 35 Ribu Mw

Rabu, 02 September 2015 – 15:00 WIB
Sudirman Said. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengakui bukan perkara mudah untuk mengerjakan proyek pembangkit listrik sebesar 35 ribu Megawatt. 

Sudirman mengatakan pihaknya membutuhkan banyak dukungan dari semua pihak untuk merealisasikan proyek tersebut.

BACA JUGA: Awas, Ada Mafia di Balik Rencana Pencopotan Buwas

Karena itu Kementerian ESDM, hari ini menjalin kerjasama dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS) Robert Blake.

"Ini suatu kerjasama goverment to goverment, antara pemerintah Indonesia dan AS untuk mendukung program 35 ribu Mw. Kita tahu semua ini tugas yang tidak ringan dan butuh dukungan dari berbagai pihak. Khususnya negara yang punya minat dan kemampuan," ucap Sudirman di Jakarta, Rabu (2/9).

BACA JUGA: Buwas: Masa Saya Bikin Gaduh Perekonomian?

Mantan dirut PT Pindad ini menilai, AS sangat mumpuni di bidang tenaga listrik. Kerjasama tersebut dia yakini bisa mempercepat pengerjaan pembangunan 35 ribu Mw, seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo.

"AS merupakan salah satu negara maju yang kemampuan di bidang tenaga listrik sudah teruji. Karena itu sudah lama kami diskusi dan kami materialkan dalam bentuk MoU tadi pagi. Kerjasamanya sampai memberi peluang kepada perusahaan swasta AS di berbagai bidang untuk ikut terlibat menyukseskan program 35 ribu," jelasnya.

BACA JUGA: Buwas Dicopot, Disebut Kemenangan Mafia dan Koruptor

Sementara untuk investasi kerjasama dengan AS, Sudirman menjelaskan kalau MoU tersebut belum sampai membahas secara detail hal tersebut. Sedangkan untuk lokasi pembangkit yang akan dibangun, Sudirman menyerahkan hal tersebut kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk meninjau.

Seperti diketahui, dalam proyek pembangkit 35 ribu Mw, PLN kebagian mengerjakan 5 ribu Mw. Sisanya 30 ribu Mw bakal dikerjakan oleh Independent Power Producer (IPP) yang akan dilakukan melalui skema power purchase agreement. (chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... LSM: Itu Kemunduran Berpikir Pemerintah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler