Demi Keselamatan Penerbangan, Bandara Frans Seda di Maumere Masih Ditutup Sementara

Kamis, 04 Januari 2024 – 13:38 WIB
Suasana konter check-in Bandara Frans Seda Maumere yang kosong karena penutupan operasional bandara akibat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, Selasa (2/1/2024). (ANTARA/HO-Kantor UPBU Kelas II Bandara Frans Seda Maumere)

jpnn.com - KUPANG - Bandar Udara Frans Seda Maumere di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih ditutup sementara karena terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur. Penutupan sementara dilakukan dengan alasan keselamatan penerbangan.

"Penutupan bandara diambil karena aspek keselamatan penerbangan, akan dibuka kembali setelah tidak terdampak abu vulkanik dan tidak membahayakan penerbangan," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara M Kristi Endah Murni dalam keterangan resmi yang diterima di Kupang, Kamis (4/1).

BACA JUGA: 3 Gunung Api Erupsi, Ada Potensi Bahaya Gas Beracun dari si Laki-laki

Penutupan layanan operasional di Bandara Frans Seda telah dilakukan sejak 1 Januari 2024 pascaerupsi dan kenaikan status gunung dari Waspada menjadi Siaga.

Penutupan layanan merujuk pada hasil pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang menyebut bahwa pergerakan abu vulkanik masih menutupi bandara.

BACA JUGA: Tingkatkan Keselamatan Penerbangan Nasional, INACA Gelar Seminar dan Demonstrasi UPRT

Kristi mengatakan pihaknya telah memerintahkan Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali dan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Bandara Frans Seda Maumere untuk melakukan pengawasan intensif terhadap perkembangan erupsi gunung itu.

Dia juga mengimbau maskapai penerbangan memberikan kompensasi kepada penumpang yang telah membeli tiket termasuk opsi full refund, reschedule, atau re-route ke bandara terdekat jika masih ada kursi yang tersedia.

BACA JUGA: Diperkuat Armada Kesepuluh, Pelita Air Siap Buka Rute Baru dan Tambah Penerbangan

"Ini diharapkan dapat membantu penumpang yang terkena dampak penutupan bandara," ungkapnya.

Dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki terhadap operasional penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere pada 4 Januari 2024, yakni pembatalan enam penerbangan Wings Air rute Kupang ke Ujung Pandang.

Sementara itu, bandara di sekitar, seperti Gewayantana Larantuka dan Wunopito Lewoleba, masih berjalan dengan normal.

Dia berharap operasional bandara dapat kembali dibuka dan dinyatakan tidak berdampak sehingga beroperasi dengan normal.

Kepala Kantor UPBU Kelas II Bandara Frans Seda Maumere Partahian Panjaitan membenarkan informasi penutupan sementara operasional bandara hingga hari ini.

Dia mengatakan abu vulkanik yang mengenai mesin pesawat dapat berdampak pada keselamatan.

Oleh karena itu penutupan sementara merupakan langkah yang harus diambil untuk memastikan keselamatan penerbangan.

"Paling utama itu keselamatan penerbangan. Kalau sudah tidak terdampak lagi kita akan buka," kata dia. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler