Demo Mahasiswa soal Pembangunan Puskesmas di Lombok Tengah Sempat Ricuh, Tegang

Senin, 26 Juni 2023 – 17:23 WIB
Aksi demo yang dilakukan Pergerakan Mahasiswa Islami Indonesia (PMII) Cabang Lombok Tengah di depan Kantor Dinas Kesehatan setempat ricuh. Foto: Edi Suryansyah/JPNN.com

jpnn.com, LOMBOK TENGAH - Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islami Indonesia (PMII) Cabang Lombok Tengah menggelar aksi demontrasi di depan Kantor Dinas Kesehatan setempat, Senin (26/6).

Mereka menuntut agar pembangunan dua puskesmas, yakni Puskesmas Batujangkih dan Puskesmas Batunyala yang mangkrak sejak tahun 2021 segera dilanjutkan.

BACA JUGA: Dukun Biadab, Anak Kandung Diperkosa Berulang Kali, Korban Melahirkan 7 Bayi

Aksi tersebut sempat ricuh antara mahasiswa dengan pihak kepolisian.

Hal itu lantaran kedatangan mahasiswa tidak dihargai oleh Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah.

BACA JUGA: Di Hadapan Mahasiswa, Fadel Muhammad: Tanpa Empat Pilar MPR, Sulit Membangun Indonesia

Menurut mahasiswa, pembangunan kedua puskesmas tersebut sangat diharapkan segera rampung oleh masyarakat sekitar.

"Banyak masyarakat yang mengeluhkan mangkraknya pembangunan itu karena masyarakat kesulitan jika mau berobat," kata korlap aksi Imam Aikog dalam orasinya.

BACA JUGA: Kronologi Preman Mati di Tangan Sopir Truk, Seorang Pelaku Terbirit-birit

Selain itu, mereka juga menduga mangkraknya pembangunan puskesmas tersebut karena adanya praktik korupsi yang terjadi.

"Kami menduga pembangunan puskesmas itu mangkrak karena dijadikan ladang korupsi oleh pejabat dan pejabat pembuatan komitmen (PPK)," tegasanya.

Sementara itu, Ketua Cabang PMII Lombok Tengah Lalu Dita Putra mengatakan ada indikasi markup anggaran di dua proyek pembangunan puskesmas itu.

Pihaknya pun meminta masalah tersebut bisa segera dituntaskan. Baginya, proyek itu telah menimbulkan kerugian negara.

"Dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), ada terdapat pembayaran lebih dari dua pembangunan puskesmas ini senilai Rp 1,1 miliar," katanya.

Karena itu, massa menuntut temuan dari BPK tersebut segera ditindaklanjuti. Hal itu agar proyek dua puskesmas itu mendapat kepastian hukum.

"Karena ini telah merugikan negara maka ini harus diusut tuntas," ujarnya.

Massa kemudian meminta Kepala Dinas Kesehatan dan PPK yang bersangkutan hadir menemui mereka.

Namun, karena tak kunjung ditemui, massa pun sempat memaksa masuk hingga terlibat kericuhan dengan pihak kepolisian.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Tengah Suardi yang menemui massa aksi mengatakan dua proyek pembangunan puskesmas tersebut akan segera dilanjutkan.

"Kalau Puskesmas Batunyale sudah selesai dan kami sudah menyerahkan kuncinya," ujarnya.

Sedangkan untuk Puskesmas Batujangkih, pihaknya berjanji akan segera dilakukan lelang tender pengerjaan.

"Di Puskesmas Batujangkih ada sisa danaya sekitar Rp 1,9 miliar," katanya di hadapan massa aksi.

Selain itu, kata Suardi, pihaknya terus akan membenahi fasilitas kesehatan di Lombok Tengah termasuk Puskesmas yang lain.

"Tidak hanya Puskesmas Batujangkih yang kami pikirkan. Tetapi ada 11 Puskesmas yang juga kami pikirkan yang belum layak standar prototipe," jelasnya.

Suardi menjelaskan pembangunan kedua puskesmas tersebut dikerjakan sebelum menjabat sebagai kepala Dinas.

Hanya saja, sebagai tanggungjawab sebagai pejabat saat ini, dia berjanji proyek tersebut harus diselsaikan.

"Saya sebagai kepala dinas bertanggung jawab penuh untuk dua puskesmas ini harus selesai," katanya. (mcr38/jpnn) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Disuruh Mengajar di Lapas, Ustaz MS Malah Terjerat Kasus


Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Edi Suryansyah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler