Demo Tolak UU Cipta Kerja di Semarang Rusuh, Ada Massa Misterius?

Kamis, 08 Oktober 2020 – 07:36 WIB
Polisi membubarkan kerumunan massa yang berunjuk rasa menolak UU Cipta Kerja. Foto: ANTARA/HO-Wisnu Adhi

jpnn.com, SEMARANG - Aksi unjukrasa atau demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di depan gedung DPRD Jawa Tengah, Semarang, Rabu (7/10), berakhir ricuh.

Polrestabes Semarang menangkapdan memeriksa sekitar 100 orang usai pembubaran demonstrasi menolak UU Cipta Kerja.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Dua Pihak Ini Diuntungkan dari RUU Cipta Kerja, Jokowi dan Puan Maharani Diberi Gelar Penjahat Konstitusi

"Ada sekitar 50 hingga 100 orang yang diamankan untuk dimintai keterangan," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Auliansyah Lubis.

Menurut dia, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menyebabkan aksi tersebut berakhir ricuh.

BACA JUGA: LBH Pelita Umat Sebut UU Cipta Kerja Berpotensi Melenyapkan Aset Negara

Polisi menduga terdapat massa di luar buruh dan mahasiswa yang diduga menunggangi aksi tersebut.

Aulinsyah menjelaskan kecurigaan tersebut sudah terlihat sejak awal sebelum demo dimulai.

BACA JUGA: KKB Pimpinan Egianus Kogoya Menyerang Pos TNI, Yulius Wetipo Meninggal Dunia

Sebelum koordinator aksi yang melaporkan akan menggelar aksi di Jalan Pahlawan Kota Semarang itu, kata dia, ternyata sudah ada massa yang tidak diketahui asalnya datang ke lokasi.

Pembubaran aksi tersebut, lanjut dia, dilakukan karena peringatan yang sudah disampaikan tidak diindahkan.

Sebelumnya diberitakan, polisi membubarkan demontrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang berlangsung rusuh di depan kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Polisi membubarkan kerumunan buruh dan mahasiswa dengan cara menembakkan gas air mata dan menyemprotkan air melalui kendaraan meriam air atau water cannon.

Polisi yang mengamankan unjuk rasa tersebut sempat bertahan dan berupaya tidak terpancing dari aksi provokasi pedemo yang melemparkan batu, botol air mineral, serta petasan.

Selain melakukan aksi provokasi, seribuan orang demonstran juga melakukan pengrusakan fasilitas di halaman gedung DPRD yang masih satu kompleks dengan kantor Gubernur Jateng itu.

Selain menjebol gerbang Gedung DPRD Jateng, massa juga merusak ornamen-ornamen di sekitar lokasi unjuk rasa. (antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler