Demokrat Menempatkan Caleg Petahana pada Nomor Urut Pertama

Sabtu, 21 Juli 2018 – 20:32 WIB
Roy Suryo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo mengatakan partainya punya standarisasi dalam menempatkan calon legislatif (caleg) di nomor urut tertentu.

Di Partai Demokrat, menurut Roy, caleg petahana biasanya ditempatkan pada nomor satu. Kemudian, baru pengurus inti bisa DPP, DPD, DPC, kader dan vote getter.

BACA JUGA: PAN: Sangat Mengerikan Jika Caleg Bisa Dibeli

"Kami tidak akan menempatkan orang baru itu posisi nomor satu, vote getter nomor satu, tidak,” kata Roy dalam diskusi Colak-Colek Caleg di Cikini, Jakarta, Sabtu (21/7).

Roy mencontohkan di Daerah Pemilihan Jawa Barat (Dapil Jabar) II. Di sana ada nama juara dunia bulu tangkis, Taufik Hidayat. Namun, di situ juga ada caleg petahana yakni Dede Yusuf.

BACA JUGA: Waspada Caleg Kutu Loncat, Jangan Sampai Terpilih

“Kami tempatkan Mas Dede Yusuf di urutan pertama. Kami tetap memandang kader ini petahana jadi harus di nomor urut pertama,” katanya.

Lebih lanjut, Roy mengatakan Partai Demokrat juga tidak ingin tiba-tiba merekrut artis menjadi caleg dengan alasan sudah diberikan pendidikan politik.

BACA JUGA: Vicky Rhoma jadi Caleg PAN, Raja Dangdut Siapkan 3 Konser

Roy mengatakan memang ada beberapa artis yang berhasil ketika menjadi anggota DPR, antara lain Tantowi Yahya dan Dede Yusuf.

“Ketika menjadi anggota dewan mereka melepas keartisannya,” katanya.

Namun, lanjut Roy mengatakan di sisi lain banyak artis yang menjadi anggota legislatif tapi tidak bisa melepas keartisannya.

“Dia anggota dewan tapi setiap malam ada di televisi,” sindir mantan menteri pemuda dan olahraga (menpora) itu.

Selain itu, Roy melanjutkan, ada pula yang sudah menjadi anggota parlemen tapi masih berlaga seperti artis. Misalnya, tasnya harus dibawakan oleh sekretaris pribadinya. “Itu masih ada,” katanya.

Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengatakan, di seluruh dunia legislatif itu disebut parlemen, yang artinya bicara. “Senjata, kekuatan DPR itu, ya bicara,” tegas Masinton dalam kesempatan itu.

Namun, kata Masinton, sekarang ini kalau tingkat kehadiran rapat saja minim, lalu apa yang harus dibicarakan anggota itu pada mitra kerjanya. Lantas, kata dia, kalau bicara pun hanya sekadar buat pencitraan saja. “Lalu bagaimana akan melakukan pembenahan,” ungkapnya.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banyak Parpol tak Ajukan Caleg di Daerah


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler