Dendam kepada Aparat Menggerakkan Demonstran Hong Kong

Selasa, 13 Agustus 2019 – 15:13 WIB
Polisi Hong Kong menjaga area demonstrasi menolak UU Ekstradisi. Foto: Reuters

jpnn.com, HONG KONG - ''Semakin keras Anda melempar bola semakin kencang juga ia memantul. Itu adalah logika alam,'' ujar anggota parlemen kubu oposisi Claudia Mo kepada CNN. Kalimat tersebut merupakan tanggapan Mo terhadap kericuhan yang terjadi pada demo Minggu malam (11/8).

Prediksi Mo benar. Warga Hong Kong benar-benar marah kemarin. Mereka menyalurkan kemarahan itu dengan melakukan demo di Bandara Internasional Hong Kong. Tak tanggung-tanggung, 5.000 warga Hong Kong ikut dalam aksi tersebut.

BACA JUGA: Waduh, Tiongkok Anggap Demonstrasi Hong Kong Terorisme

''Semua penerbangan telah dibatalkan. Kami mohon agar pengunjung segera keluar dari bandara,'' pengumuman itu berkali-kali terdengar dari pengeras suara bandara.

Warga Hong Kong memang sudah biasa berdemo dalam dua bulan terakhir. Namun, yang melakukan demo pada hari kerja biasanya para pemuda. Jumlahnya tak sampai ribuan. Sementara itu, demo masal biasanya dilakukan di akhir pekan.

BACA JUGA: Bandara Hong Kong Diinvasi People Power

Seperti pekan lalu, Hong Kongers melakukan protes akhir pekan di bandara. Tanggal 9-11 Agustus dijadikan kesempatan untuk menyebarkan pesan kepada dunia tentang keadaan di Hong Kong. Senin mereka berencana untuk kembali beraktivitas normal.

Hal itulah yang membuat otoritas Bandara Hong Kong kaget mendapatkan kunjungan dari ribuan pendemo kemarin. Karena semakin sesak, mereka pun memutuskan menghentikan operasional. ''Polisi Hong Kong sudah gila. Mereka melebihi batas,'' ujar Law, salah seorang pendemo di bandara, kepada Agence France-Presse.

BACA JUGA: Kashmir Memanas, Tiongkok Jadi Rebutan India dan Pakistan

BACA JUGA: Waduh, Tiongkok Anggap Demonstrasi Hong Kong Terorisme

Ribuan pendemo tersebut datang untuk menunjukkan kemarahan mereka. Mereka marah terhadap penindakan aparat yang terjadi Minggu malam yang superkeras. Kabar yang berembus, mata seorang gadis pendemo terluka terkena peluru karet petugas.

''Saya sedih mendengar kejadian itu. Saya sampai tidak bisa tidur semalam,'' ujar Patsy Ko kepada CNN. Kisah gadis yang terluka matanya membuatnya bertekad untuk mengikuti demo kali pertama.

Bukan hanya Ko. Sebagian besar orang datang ke bandara kemarin karena kisah tersebut. Mereka se­ngaja menggunakan perban di mata dengan tulisan ''mata dibalas mata''. Kemarahan mereka tambah tersulut setelah Tiongkok melabeli pendemo sebagai teroris.

Global Times mengabarkan cuplikan video yang menunjukkan tentara yang berkumpul di Shenzhen, kota yang berbatasan dengan Hong Kong, untuk melakukan latihan militer. ''Hong Kong tak lagi aman,'' teriak salah seorang pendemo.

Beberapa calon penumpang mengamuk. Salah seorang perempuan yang menggendong anaknya menyatakan bahwa pendemo justru merusak Hong Kong. ''Sah-sah saja ingin berdemo. Tapi, jika kalian menghentikan orang yang ingin masuk ke Hong Kong, ekonomi kalian yang akan jatuh,'' ujarnya. (bil/c22/dos)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Demo Laser


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler