Dengan Kebijakan Mentan Amran, Durian Kini Surplus 733 Ton

Senin, 26 November 2018 – 22:29 WIB
Mentan Amran Sulaiman di kebun durian. Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengatakan, sejumlah kebijakan yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menunjukan hasil yang positif.

Salah satunya adalah produksi komoditas durian. Pasalnya, ketika 2017, produksinya defisit. Namun, pada 2018 sudah surplus hingga 733 ton dan mampu untuk diekspor.

BACA JUGA: Daya Saing SDM Pertanian Meningkat Tajam, Ini Datanya

“Pada 2017 neraca perdagangan durian defisit. Ekspornya hanya 240 ton sementara impor lebih besar mencapai 764 ton sehingga defisit 524 ton. Tapi ekspor durian Januari-September 2018 melonjak 1.084 ton, impor hanya 351 ton. Artinya surplus 733 ton,” terang dia, Senin (26/11).

Dia menambahkan, peningkatkan ekspor pada tahun ini terjadi karena kerja keras dan wujud nyata komitmen Mentan Amran Sulaiman dalam meningkatkan volume ekspor dan mendorong investasi.

BACA JUGA: Dulu Defisit, Volume Ekspor Durian kini Surplus 733 Ton

"Untuk mempermudah izin ekspor, Kementan telah menerapkan sistem OSS (online single submission). Regulasi direvisi, di antaranya Permentan 29 tahun 2018. Semula mengurus izin ekspor tanaman hias dan benih hortikultura butuh waktu 8 hari sekarang menjadi 3 jam untuk dokumen yang sudah clear and clean," papar dia.

Kementan juga masif melakukan penanganan dari hulu, budidaya hingga hilir dikawal sehingga menghasilkan durian berkualitas dan bersaing. Alhasil, ekspor durian telah menembus banyak negara.

BACA JUGA: Memahami Tugas dan Fungsi Kementerian Pertanian

“Ekspor durian telah merambah pasar Hongkong, Thailand, Vietnam, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Belanda dan Australia,” sebut Suwandi.

Dia juga mengatakan, jumlah pohon durian di 2017 sebanyak 8,2 juta pohon yang produksi sebesar 795 ribu ton. Dalam meningkatkan produksi durian, Kementan menggelontorkan bantuan benih dan membangun kawan durian.

Pada 2017, sambungnya, jumlah bantuan bibit mencapai 112.000 batang dan tahun 2018 sebanyak 211.000 batang, serta 2018 membangun kawasan durian seluas 5.000 hektar serta penanganan hulu - hilir hingga promosi dan kontes durian.

"Durian saat ini sedang musim panen di beberapa daerah sentra yang berlangsung pada November hingga April. Cita rasa durian lokal lebih enak dan harga terjangkau. Artinya, durian tidak hanya diminati dalam negeri, kami optimistis 2018 ini volume ekspor durian semakin naik," tandas dia. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Berbagi Kisah Sukses Start Up Agribisnis di Agrivaganza 2018


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler