Desain Grafis Karya Mahasiswa Ini Sudah Bertarif Jutaan

Senin, 09 Juli 2018 – 00:30 WIB
Burhanudin memamerkan sketsa Soekarno yang baru selesai digambarnya. Foto: Asta Yanuar/Radar Ponorogo/JPNN.com

jpnn.com - Burhanudin, mahasiswa Bahasa Arab IAIN Ponorogo, mempelajari desain grafis secara otodidak. Dia gigih mempelajarinya meski dengan laptop pinjaman. Keuletannya membuat dirinya sanggup menguasai seni menggambar virtual itu kurang dari enam bulan.

NUR WACHID, Ponorogo

BACA JUGA: Agar Masyarakat Tahu Panglima TNI dan Kapolri Kompak

DI depan laptop di sebuah warung kopi, Burhanudin mengernyit dahi. Tangannya menari menggambar sketsa Presiden Soekarno. Meski cepat selesai, dia masih mencermati tiap detail sketsa wajah presiden pertama Indonesia tersebut. ‘’Biar terlihat elegan,’’ tuturnya.

Hidup mandiri bukanlah perkara mudah, apalagi harus membiayai hidup dan kuliahnya sendiri. Namun, hal itu bukanlah menjadi halangan bagi Burhanudin untuk terus mewujudkan mimpinya menggapai gelar sarjana agama. ‘’Lama-kelamaan malu kalau pinjam laptop terus. Bagaimanapun caranya harus bisa beli sendiri,’’ ungkapnya.

BACA JUGA: Mahasiswi Cantik Ini Dulu Sering Dicemooh

Untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya kuliah dia dapatkan dari hasil kerja di warung. Setelah tabungannya cukup untuk membeli laptop, dia mantap keluar kerja, 2015 lalu.

Lantas memberanikan diri membuka jasa pembuatan desain grafis. Selang satu tahun, namanya sudah tidak asing lagi di Ponorogo.

BACA JUGA: Mengharukan, Supriyani Melahirkan di Mobil Patroli Koramil

Dari situlah dia mulai merasakan hasil dari jerih payahnya. Dari hasil desain itu, dia mampu membiayai kuliahnya sendiri. Termasuk membantu mencukupi kebutuhan hidup keluarganya di desa.

Belum puas dengan ilmu desain grafis yang dikuasai, dia mencoba menularkan keterampilan itu kepada khalayak umum. Berbekal laptop dan handphone, dia membuat video tutorial pembelajaran desain grafis. Video itu diunggahnya ke YouTube.

‘’Biar bermanfaat untuk banyak orang. Tidak ada ruginya berbagi ilmu,’’ kata mahasiswa semester akhir jurusan Pendidikan Bahasa Arab IAIN Ponorogo itu.

Hingga kini, dia menerima pesanan desain grafis dari berbagai daerah melalui pemasaran di media sosial. Mulai dari eks-Madiun hingga Jakarta. Mulai sketsa, lukisan, logo, dan lain-lain. Tarifnya disesuaikan tingkat kerumitan. Dari Rp 100 ribu hingga jutaan rupiah.

Dari penghasilan pembuatan desain grafis dan YouTube, dia sanggup meraih jutaan rupiah per bulan. ‘’Ke depan masih mempersiapkan alat agar bisa mendukung pembuatan video tutorial lagi,’’ ujar sulung dua bersaudara itu. *** (c1/fin)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Misteri Nining yang Sempat Hilang 18 Bulan di Pantai Selatan


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler