Desak Pembebasan Rizieq Shihab, Gamis Pratu: Kami tak Akan Mundur Sejengkal Pun

Sabtu, 19 Desember 2020 – 14:58 WIB
Gamis Pratu gelar aksi solidaritas. Foto: prabu/palpos.id

jpnn.com, PRABUMULIH - Puluhan warga yang menamakan dirinya Gerakan Umat Islam Prabumulih Bersatu (Gamis Pratu), menggelar aksi solidaritas terkait tewasnya 6 anggota Laskar FPI pengawal Muhammad Rizieq Sihab.

Aksi yang digelar di halaman Masjid Agung Nur Arafah Jalan Jendral Sudirman, Pasar I, Prabumulih Utara Kota Prabumulih, Jumat (18/12), berlangsung kondusif.

BACA JUGA: Massa Ricuh, Briptu Alexander Kena Panah, 300 Anggota Bersiaga

Dalam aksi tersebut, massa Gamis Pratu membentangkan spanduk bertuliskan "Stop Kriminalisasi Ulam Stop Diskriminasi Hukum".

Mereka menuntut kasus pembunuhan 6 laskar FPI diusut tuntas, meminta polisi membebaskan tanpa syarat Imam Besar FPI Rizieq Shihab. 

BACA JUGA: Kepulauan Riau Pengin Gunakan Ikon Negeri Pantun Warisan Dunia

“Menyikapi gugurnya enam syuhada dan penahanan Imam besar Habib Rizieq Shhihab maka Gamis Pratu menyatakan sikap, bahwa kami tidak akan mundur sejengkal pun dan tetap menyuarakan keadilan dan melawan kezaliman demi keselamatan bangsa serta agama dari arogansi kekuasaan,” ujar Ustaz Arif selaku koordinator aksi.

Lanjutnya, mereka juga meminta aparat kepolisian agar mengusut tuntas kasus tertembaknya 6 anggota Laskar FPI dengan mengungkap siapa eksekutor dan aktor intelektualnya.

BACA JUGA: Inilah Perkembangan Penanganan Kasus Habib Rizieq

“Jangan mudah terpengaruh pihak mana pun yang berupaya mengadu domba dan melemahkan perjuangan umat dengan cara intimidasi serta pemberian dalam bentuk materi,” kata Arif.

Sementara itu, penanggungjawab aksi Muhammad Juhartono mengatakan, pihaknya hanya minta agar aparat penegak hukum mengusut secara tuntas kasus kematian 6 anggota laskar FPI, dan meminta kepolisian agar membebaskan IB HRS tanpa syarat.

“Kami melihat para ulama sekarang ini selalu dikriminalisasi untuk itu kami minta agar jangan lagi dikriminalisasi, kami meminta hukum juga berlaku adil karena terkadang juga hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegasnya.

Pernyataan sikap dan tuntutan itu, kata Juhartono akan disampaikan perwakilannya ke Polres dan berharap bisa tersampaikan ke Kapolri. (Palpos.id/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler