Desak Pertamina Jelaskan Biaya Produksi Elpiji

Kamis, 02 Januari 2014 – 19:41 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR, Dewi Aryani meminta Pertamina untuk menjelaskan kepada masyarakat perihal kenaikan harga elpiji. Menurutnya, hal yang perlu dijelaskan adalah biaya produksi elpiji yang dijual ke masyarakat.

"Kenaikan juga harus diimbangi dengan penjelasan dan sosialisasi. Masyarakat tidak bisa hanya diberikan punishment berupa kenaikan tak beralasan," kata Dewi saat dihubungi, Kamis (2/1).

BACA JUGA: Masyarakat Resah, LPG 3 Kg Langka, 12 Kg Mahal

Menurut Dewi, rasionalitas harga produksi juga harus diselaraskan dengan kondisi masyarakat saat ini. Apalagi, ekonomi masyarakat terutama di kelas menengah ke bawah sedang tidak stabil akibat kondisi ekonomi dan politik yang belum stabil.

"Pertamina sebagai entitas bisnis memang berhak mengatur harga produk dan layanan kepada masyarakat tapi jangan lupa bahwa pertamina juga milik rakyat," kata Dewi.

BACA JUGA: Harga Elpiji 12 Kg Naik, Pemerintah tak Berdaya

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan, Pertamina memang harus bisa berhitung cermat agar tidak merugi. Namun, lanjutnya, Pertamina juga harus melihat berbagai aspek di luar kepentingan bisnis.

"Elpiji adalah kebutuhan hajat hidup orang banyak. Ini merupakan program pemerintah, jadi tanggung jawab pemerintah melalui Pertamina juga harus melihat berbagai aspek di luar komersial," ujar Dewi.

BACA JUGA: TDL Segera Dinaikkan, Jangan Ada PHK

Ia pun mengingatkan, kenaikan harga elpiji jelas membebani rakyat. Karena itu, lanjutnya, perlu ada penjelasan tentang itu. "Jika elpiji naik tanpa penjelasan yang matang tentu bisa menjadi pemicu keributan sosial juga di level bawah," pungkasnya.(gil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dahlan Sudah Putuskan Solusi Persinggungan Pipa Pertamina-PGN


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler