Desma Rela Menggantikan Jadwal Rekannya yang Muslim

Kamis, 29 Juni 2017 – 00:54 WIB
TETAP BEKERJA: Pekerja apotik masih bekerja meski lebaran. Foto: YEDIDAH PAKONDO/RADAR TARAKAN

jpnn.com - Waktu masih menunjukkan pukul 06.00 wita. Di RSUD Tarakan, Kalimantan Utara, terlihat salah seorang karyawan apotek RSUD, Desma Sitohang (38) yang setia menunggu jika ada keluarga pasien yang datang membawa resep.

Yedidah Pakondo, Tarakan

BACA JUGA: Cuti Lebaran, Dinkes DKI Pastikan Pelayanan Kesehatan Tetap Beroperasi

Menurutnya, meski suasana lebaran, mereka harus tetap membuka apotek selama 24 jam.

“Untuk yang non muslim seperti saya, harus datang lebih awal untuk menggantikan teman saya yang muslim,” ungkapnya.

BACA JUGA: Teror Sasar Warga Muslim London saat Kegiatan Ramadan

Dikatakan Desma, karyawan apotek di RSUD berjumlah enam orang saja. Akan tetapi, jumlah karyawan apotek yang beragama Islam hanya sedikit.

Untuk itu, khusus yang beragama non muslim harus lebih dulu datang untuk menggantikan yang muslim sekaligus memberikan kesempatan kepada rekan yang muslim beribadah.

BACA JUGA: Dramatis, Keluarga Muslim Bantu 39 Umat Kristen Sembunyi dan Keluar dari Marawi

“Kalau untuk pagi ini (pukul 06.15, kemarin (25/6), red,) hanya ada dua orang non muslim yang bertugas di apotek ini,” jelasnya.

Sesuai jadwal, jika Desma mulai bekerja pukul 05.30 wita, maka pukul 12.30 wita adalah jadwal untuk beristirahat dan pulang ke rumah.

Jika karyawan apotek masuk pada pukul 08.00 wita, maka akan pulang pada pukul 14.30 wita.

Sebenarnya karyawan yang bertugas di apotek berjumlah enam orang. Namun, karena dirinya ditugaskan untuk menggantikan rekannya yang sedang melakukan salat id, maka dirinya bertugas sendiri untuk menggantikan rekannya yang sedang ibadah.

“Tidak keberatan. Namanya juga mau membantu teman,” tutupnya.

Sementara itu, salah satu perawat yang berada di ruang Anggrek A RSUD Tarakan, Pratiwi (22) menyatakan meski dirinya seorang yang beragama Islam, ia harus tetap mengemban tugasnya sebagai perawat.

“Nggak sih (tidak merasa keberatan, Red), karena memang sudah tugas kami,” ucapnya.

Tiwi, sapaan akrabnya, berdinas mulai pukul 21.00 wita hingga 08.00 wita. Meski begitu, Tiwi mengaku harus tetap mengikuti salat Id.

Meski baru saja bekerja di RSUD, Tiwi mengatakan orang tua dan keluarganya sangat mendukung dirinya untuk meniti karir di RSUD. Karenanya, keluarga maklum saat perayaan lebaran Tiwi tetap bekerja melayani pasien.

“Orang tua juga tidak ada masalah kok,” ujarnya.

Terpisah, salah satu perawat pelaksana RSUD Tarakan, Rezky (35) mengaku sudah bekerja menjadi perawat selama 12 tahun dan saat ini berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Diceritakan Rezy, setiap tahun pihak Rumah Sakit memang tidak pernah tutup bahkan saat perayaan idulfitri sekali pun. Ia dan rekannya secara bergantian piket ketika lebaran.

“Pas jadwal dinas saja baru kerja,” tuturnya.

Sayangnya, Rezky mengaku tidak ingat berapa kali ia terkena jadwal piket ketika lebaran. Namun yang pasti, ia dan rekannya harus menjalankan tugas yang sudah diberikan oleh pihak rumah sakit.

Meski sudah berkeluarga, Rezky mengaku tidak keberatan walau harus bekerja ketika hari lebaran. (*/yed/ddq)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Iiihhh, RSUD Kok Jorok Bangeeeettt


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Apotek   RSUD   Muslim  

Terpopuler