Detik-detik Kapolsek Dikejar, Dilempar Tas Berisi Bom

Jumat, 06 Juli 2018 – 05:33 WIB
Bom Bangil: Tim Inafis Polri mengamankan barang bukti berupa tumpukan buku tentang jihad di rumah Anwardi di Pogar, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/7). Foto: Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo/JPNN.com

jpnn.com, PASURUAN - Empat bom meledak di rumah Anwardi, seorang terduga teroris di Bangil, Pasuruan, Kamis (5/7). Salah satunya digunakan untuk menyerang Kapolsek Bangil yang datang untuk mengamankan rumah di Kelurahan Pogar tersebut.

Anwardi berhasil melarikan diri. Dia membawa ransel yang disebut-sebut berisi bom yang siap diledakkan.

BACA JUGA: Densus 88 Tembak Mati Satu Terduga Teroris di Subang

”Dia (Anwardi, Red) kabur dalam keadaan berdarah-darah,” kata Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin saat meninjau lokasi ledakan.

Machfud menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Awalnya warga mendengar ledakan keras dari rumah kontrakan Anwardi. Di sana pria 50 tahun itu tinggal bersama istri Dina Rohana dan Umar Alfaruq yang baru berusia 3 tahun.

BACA JUGA: Jelang Sidang Aman Abdurrahman, Polisi Kerahkan 378 Personel

Mendengar ledakan, warga pun mendatangi rumah Anwardi. Pria kelahiran Aceh itu melarang warga mendekat. Melihat banyak warga yang datang, dia mengancam akan meledakkan bom.

Pria yang dikenal tertutup itu kemudian masuk ke rumah. Menutup rapat pintu rumah bercat kombinasi putih dan pink tersebut. Beberapa saat kemudian, terdengar dua kali ledakan.

BACA JUGA: Densus 88 Bawa Dua Terduga Teroris Bungo ke Jakarta

Mendapat laporan warga, Kapolsek Bangil Kompol M. Iskhak bersama anggota datang. Melihat anggota polisi, Anwardi kian beringas. Dia sempat mengejar dan menyerang Iskhak. Karena Iskhak lari, dia melemparkan tas berisi bom. Bom itu meledak, tapi tidak mengenai Iskhak.

Sebagaimana kesaksian warga bernama Idi Suryanto kepada Jawa Pos Radar Bromo, setelah menyerang polisi, Anwardi langsung lari ke dalam rumah. Dia mengambil motor dan membawa tas ransel di punggung. Dia hendak kabur.

Warga dan polisi tidak berani mendekat karena menduga ransel yang dibawa Anwardi berisi bom aktif. Warga berusaha melumpuhkan dengan melemparkan batu bata dan benda keras lain ke arah Anwardi. Seorang warga juga menembakkan senapan angin. Peluru mengenai dada Anwardi, tapi tidak mampu melumpuhkan.

Setelah Anwardi pergi, warga bersama polisi masuk ke rumah. Bau mesiu begitu menyengat di dalam rumah.

Polisi mendapati istri dan anak Anwardi. Umar mengalami luka cukup serius pada kakinya. Penyebabnya adalah ledakan bom. Ibu dan anak tersebut kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. (bin/idr/one/rf/c10/ang)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Densus 88 Juga Kejar Penyandang Dana


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler