Detik-detik Sertu La Ongge Dibopong Usai Ditembak KKB dari Balik Bukit

Senin, 09 Maret 2020 – 18:34 WIB
Peti jenazah Sersan Kepala La Ongge dimasukkan ke dalam mobil jenazah di RSUD Mimika, Senin (9/3/2020). Foto: ANTARA/Evarianus Supar

jpnn.com, TIMIKA - Prajurit TNI Sersan Satu La Ongge, anggota Koramil 1710-05/Jila,Mimika, Papua, gugur setelah ditembak KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata), Senin (9/3) pagi.

Sertu La Ongge ditembak saat berada di Pos Pamrahwan Jila di Distrik Jila. Alamarhum La Ongge mendapat kenaikan pangkat menjadi Sersan Kepala.

BACA JUGA: Hendak Salat Subuh, Sertu La Ongge Gugur Ditembak KKB

TNI langsung meningkatkan pengamanan pada sejumlah Pos Daerah Rawan (Pos Pamrahwan) di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, menjadi siaga satu.

Komandan Kodim 1710 Mimika Letkol Infanteri Pio L Nainggolan di Timika, Senin, mengatakan perintah untuk melaksanakan siaga satu tersebut telah dikeluarkan sejak beberapa waktu lalu seiring dengan adanya informasi pergerakan kelompok bersenjata dari luar wilayah Mimika memasuki kawasan sekitar Distrik Tembagapura.

BACA JUGA: KKB Makin Beringas, Simak Kesaksian Warga Tembagapura

"Seperti yang sudah kami sampaikan dan perintahkan kepada seluruh jajaran untuk tetap melakukan siaga satu, apalagi setelah adanya kejadian penembakan Pos Pamrahwan di Jila tadi pagi," kata Letkol Nainggolan.

Sejumlah daerah yang dianggap rawan di Mimika yaitu Jila, Jita, Agimuga, Tsinga, dan Aroanop.

BACA JUGA: Pesan Kepala BKN untuk Honorer K2 yang Ingin jadi PPPK

Dandim mengatakan jajarannya masih melakukan penyelidikan terhadap insiden penembakan terhadap Pos Pamrahwan Jila tersebut, dan belum bisa memastikan kelompok bersenjata mana yang mendalangi penembakan tersebut.

"Untuk kelompok mana yang melakukan penembakan di Jila, ini masih dalam tahap penyelidikan, kami belum bisa memastikan hal itu. Yang jelas, pelaku penembakan tetap akan kami cari," ujarnya.

Letkol Nainggolan juga memastikan tidak akan ada penambahan pasukan secara khusus ke Jila pascainsiden penembakan pada Senin pagi itu.

Saat ini di Jila tergelar dua Pos Pengamanan Daerah Rawan yaitu Koramil 1710/5 Jila dan Pos Pamrahwan Batalyon Infanteri 754 Eme Neme Kangasi/III Kostrad dengan jumlah personel keseluruhan sebanyak 22 prajurit TNI AD.

Pada Senin pagi sekitar pukul 05.00 WIT, para prajurit TNI yang bertugas di kedua pos pengamanan di Jila itu dikejutkan dengan bunyi letusan senjata api yang diduga ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata dari arah belakang bukit.

Saat itu Sertu La Ongge baru selesai mengambil air wudu untuk melaksanakan Salat Subuh.

"Saat almarhum kembali ke pos, terdengar satu kali bunyi tembakan. Almarhum terkena recoset atau pantulan peluru pada telinga bagian kiri bawah. Mendengar itu, seluruh prajurit yang ada di pos kemudian melakukan siaga dan membopong prajurit ini ke Pos Pamrahwan Yonif 754 Jila," kata Nainggolan.

Selanjutnya Pos Pamrahwan Jila yang juga berdampingan dengan Koramil Jila meminta bantuan helikopter ke Timika untuk segera mengevakuasi Serka La Ongge.

Lantaran kondisi cuaca yang kurang mendukung, helikopter Penerbangan TNI AD baru bisa diberangkatkan ke Jila pada sekitar pukul 09.20 WIT.

Helikopter Penerbad tersebut kembali ke Timika dengan membawa Serka La Ongge yang saat itu kondisinya kritis.

"Sekitar pukul 10.50 WIT korban tiba di RSUD Mimika. Lima menit kemudian dokter menyatakan bahwa prajurit kami sudah meninggal dunia," tutur Letkol Nainggolan. (antara/jpnn)

TERUNGKAP! Ternyata Ini Kelemahan Adian Napitupulu


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler